nav-left cat-right
cat-right

ANALISIS PEMAKAIAN BAHASA ILMIAH SKRIPSI MAHASISWA (Studi Kasus Skripsi Mahasiswa FKIP UISU), Abdul Murad

berturut-turut 168 (6,9%) dan 115 (4,76%). Menunjukkan para mahasiswa masih mengalami permasalahan baik dalam pemakaian garis bawah maupun pemakaian garis miring.

Deskripsi Analisis Penyusunan Kalimat

Tabel 2

Persentase frekuensi kesalahan tanda baca

Aspek Kesalahan

Jumlah Kalimat

Frekuensi Kesalahan

Persentase Kesalahan

Kesatuan

345

172

24,25%

Kesejajaran

345

144

20,10%

Kehematan

345

208

29,63%

Kesesuaian

345

185

26,09%

Berdasarkan tabel 2 diatas, dari hasil analisis kesatuan kalimat, analisis kesejajaran, analisis kehematan kalimat, dan analisis kesesuaian kalimat, ditemukan masing-masing 172 (24,25%) yang tidak ada kesatuannya, 144 (20,10%) yang kehilangan kesejajaran, 208 (29,63%) kalimat yang tidak hemat, 185 (26,09%) kalimat yang tidak sesuai dengan ragam baku, sehingga dapat disimpulkan bahwa para mahasiswa masih mengalami kesulitan dalam menyusun kalimat yang benar, baik, dan baku.

Deskripsi Analisis Penyusunan Paragraf

Tabel 3

Frekuensi kesalahan penyusunan paragraph dalam skripsi mahasiswa

Aspek Kesalahan

Frekuensi Kesalahan

Persentase Kesalahan

Kesatuan

114

34,13%

Koherensi

98

29,34%

Pengembangan

122

36,52%

Jumlah

334

Berdasarkan tabel 3 di atas, dari 178 paragraf yang dianalisis, ditemukan 114 (34,13%) yang tidak memenuhi syarat kesatuan, 98 (29,34%) yang tidak koheren, 122 (36,52%) yang tidak ada pengembangan. Berdasarkan perolehan persentase tersebut diatas, dapat disimpulkan bahwa para mahasiswa masih mengalami kesulitan dalam menyusun paragraf dengan lengkap.

Simpulan

Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa pemakaian Bahasa Indonesia dalam skripsi mahasiswa masih kurang baik dan belum semuanya benar. Hal ini juga membesarkan gambaran bahwa para mahasiswa FKIP UISU masih mengalami kesulitan dalam menerapkan bahasa baku. Kesimpulan ini berdasarkan kenyataan bahwa hampir semua skripsi yang diteliti ditemukan kesalahan berbahasa yang mencakup semua aspek yang dianalisis. Kesalahan berbahasa tersebut meliputi (1) penggunaan ejaan dan tanda baca, (2) penyusunan kalimat, dan (3) penyusunan paragraf.

Kesalahan pemakaian ejaan dan tanda baca, dari ketujuh aspek pemakaian tanda bahasa, kesalahan yang              paling tinggi frekuensinya, kesalahan penggunaan titik (27,09%), kemdian berturut-turut koma (19,13%), titik                   dua (14,41%), tanda hubung (12,75%), titik koma (10,73%), garis miring (4,76%), dan tanda kurung (4,63%).

 

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Link Jurnal Digital UISU :
nav-left nav-left nav-left tijarah julisa Jurnal sosial ekonomi Nur edukasi Tausiah