nav-left cat-right
cat-right

ANALISIS PEMAKAIAN BAHASA ILMIAH SKRIPSI MAHASISWA (Studi Kasus Skripsi Mahasiswa FKIP UISU), Abdul Murad

Dari hasil pemantauan dan bincang-bincang peneliti terhadap beberapa dosen ternyata kemampuan bahasa Indonesia yang dituangkan baik sebagai karya-karya tulis, maupun dari jawaban-jawaban pada waktu ujian mahasiswa belum sebagaimana yang diharapkan. Oleh karena itu, mata kuliah bahasa Indonesia pada tingkat perguruan tinggi dipandang sangat penting ditangani secara sungguh-sungguh, sekurang-kurangnya selama pendidikan di Sekolah Menengah Atas belum mampu menamatkan siswa dengan kompetensi bahasa Indonesia yang tinggi. Berdasarkan hal tersebut, dengan demikian pemakaian bahasa baku, lebih-lebih dalam pemakaian bahasa baku dalam skripsi mahasiswa sebagai bentuk karya ilmiah, penelitian “Analisis Pemakaian Bahasa Indonesia Skripsi Mahasiswa” penting untuk diteliti.

Bahasa dan skripsi mahasiswa adalah ragam bahasa baku, ragam bahasa ilmiah. Perwujudannya dalam kalimat, paragraf, dan satuan bahasa lain yang lebih besar mengungkapkan penalaran atau pemikiran yang teratur, logis dan masuk akal. Proses pencendekiaan bahasa itu amat penting karena pengenalan ilmu dan teknologi modern yang dewasa ini umumnya masih bersumber pada bahasa asing harus dapat dilangsungkan lewat ragam bahasa Indonesia. Atas dasar pemikiran ini, peneliti melakukan penelitian tentang bagaimana kesalahan ejaan, penyusunan kalimat, dan penyusunan paragraf dalam skripsi mahasiswa.

Tinjauan Teoretik

  1. 1.         Pengertian Skripsi

Wibowo (2003: 65) menyatakan bahwa skripsi adalah karya ilmiah yang wajib ditulis oleh mahasiswa S1 untuk memenuhi persyaratan pendidikan akademisnya. Kemudian The Liang Gie (2002: 119) menyatakan skripsi adalah suatu macam karya ilmiah yang memaparkan sebuah pokok soal yang cukup penting dalam suatu cabang ilmu sebagai hasil penelitian pustaka dan/atau lapangan yang dilakukan oleh seseorang mahasiswa berdasarkan penguasaan akademik dari perguruan tingginya untuk menjadi salah satu persyaratan kelulusannya sebagai sarjana. Dalam membuat skripsi, mahasiswa harus memperhatikan beberapa syarat seperti, bentuk, susunan, metodologi keilmuan, pembuktian, dan bahasa. Hal ini senada dengan pernyataan Kridalaksana (1975: 15) bahwa bahasa Indonesia baku merupakan ragam resmi yang digunakan dalam keperluan resmi: wacana ilmiah, kotbah, ceramah, kuliah, dan berbicara dengan orang yang dihormati. Termasuk penulisan skripsi yang bersifat ilmiah, bahasa karya ilmiah (baca skripsi) merupakan salah satu ragam bahasa Indonesia. Ragam bahasa ini sering juga disebut dengan ragam bahasa baku, ragam ilmiah, ragam bahasa standar, atau ragam bahasa ilmu.

  1. 2.         Kaidah Bahasa Indonesia dan Ejaan

 

  1. Pembentukan Kata

Menurut Parera (1990: 46-61) secara morfologis kata dalam bahasa Indonesia dapat dibedakan atas:

1)       Kata dasar, yaitu kata yang belum mengalami proses morfologis, seperti meja, makan, pergi, tulis, sapu.

2)       Kata jadian (kata turunan), yaitu kata yang mengalami proses morfologis yang terdiri atas: kata berimbuhan (mengalami proses afiksasi), kata ulang (mengalami proses reduplikasi), kata majemuk (mengalami proses komposisi).

Kata yang mengalami proses afiksasi dapat dibedakan menjadi:

1)       Kata berawalan, seperti: memukul, dikejar, terkejar., bersatu, pekerja, seikat, ketua.

2)       Kata bersisipan, seperti: gemuruh, gerigi, telunjuk.

3)       Kata berakhiran: pukuli, kejarkan, makanan.

4)       Kata berkonfliks: berjatuhan, kehujanan.

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Link Jurnal Digital UISU :
nav-leftnav-leftnav-lefttijarahjulisaJurnal sosial ekonomiNur edukasiTausiah