nav-left cat-right
cat-right

Jurnal LPPM “Wahana Inovasi” Vol. 3 No. 2, Edisi Juli – Desember 2014, ISSN : 2089 – 8592

Jurnal LPPM “Wahana Inovasi” Vol. 3 No. 2, Edisi Juli – Desember 2014, ISSN : 2089 – 8592

WAHANA INOVASI       VOLUME 3 No.2              JULI-DES 2014               ISSN : 2089-8592

ANALISA PERSOALAN PEMBEBANAN PADA BATANG DENGAN METODA ELEMEN  HINGGA MENGGUNAKAN 

MS-EXCEL DAN ANSYS

Abdul Haris Nasution

Dosen Fakultas Teknik Jurusan Teknik Mesin UISU Medan

Jl. Karya Bhakti No. 34 Medan

e-mail: aharisnst@gmail.com

ABSTRAK

Metoda Elemen Hingga (Finite Element Method) merupakan ilmu yang banyak dipergunakan untuk memecahkan berbagai persoalan, antara lain untuk menghitung: kekuatan Struktur, pindahan panas, aliran fluida, dll. Seiring dengan kemajuan dan perkembangan metoda ini, para pakar telah menciptakan beberapa software yang dapat mempermudah para pemakai untuk menyelesaikan persoalan yang berkaitan dengan metoda elemen hingga. Adapun software-software yang sudah beredar dipasaran, antara lain: Nastran, Katia, Ansys. Dalam tulisan ini akan ditunjukkan analisa persoalan  pem-bebanan pada batang dengan metoda elemen hingga menggunakan MS-Excel dan dengan menggunakan software ansys.

Kata Kunci : Metoda Elemen Hingga, MS-Excel, ANSYS, Batang Terhubung

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 3 No.2              JULI-DES 2014               ISSN : 2089-8592

PSIKOLOGI KENABIAN DALAMMENGHIDUPKAN KEPRIBADIAN DIRI

Abdul Hakim Siregar

Dosen Kopertis Wilayah I dpk FKIP UISU Medan

Jl. Sisingamangaraja, Medan

 ABSTRAK

Kebutuhan hidup manusia (lahir-batin) sering berada dipersimpangan alias tidak sejalan, tidak memiliki keseim-bangan akibat dari pengaruh hedonisma hidup. Psikologi lahiriyah manusia tidak jarang mendapat tekanan kebutuhan tanpa pamrih untuk mengejarnya, tidak terkecuali melanggar hak-hak orang lain. Namun harus diingat bahwa untuk men-dapatkan kebutuhan hidup itu hendaklah dilakukan dengan cara terhormat, pro-sedural, proporsional dan jelas kehalalan-nya. Artinya dalam bingkai-bingkai yang telah diatur atau ditentukan Allah swt dan Rasul-Nya. Islam, sebagai agama rahmatan lil `alamin yang senantiasa memberika arahan, bimbingan kepada manusia dengan sejumlah aturan-aturan, kaedah-kaedah serta nilai yang dapat menjamin manusia terbebas dari beban psikologi mental spiritual. Terbebas dari penyakit mental spi-ritual merupakan idaman setiap manusia, ketenangan hidup, denyutan jantung yang stabil, tekanan darah yang normal dan pergaulan hidup serta keluarga yang harmanis. Untuk merealisasi hal ini  di-perlukan pedoman hidup (teks book) serta figur (uswah- ketauladaan). Dalam Islam teks book dumaksud adalah Alquran alkarim, serta menauladani Rasulullah Muhammad saw . Psikologi kenabiaan mengambil ranah untuk mengkaji, menganalisa eksistensi jiwa manusia yang meliputi; sifat, hakikat, martabat, jiwa serta maqam-maqam jiwa manusia. Demikian juga gejala jiwa manusia, meliputi; perilaku, sikap, tindakan, penampilan, dan gerak-herik diri manusia yang telah melaksana-kan evolusi dan transpormasi diri melalui pemahaman dan pengamalan agama secara totalitas berdasarkan wahyu dan ketauladanan Rasulullah Muhammad saw. dan harapan capaian dalam psi-kologi kenabian, antara lain adalah untuk menghidupkan jati diri insani yang se-benarnya, agar tanpak dipermukaan ke-pribadian dirinya, melaksanakan akhlakul karimah, mendapatkan kasih sayang serta keridhaan Allah dalam setiap per-buatan, tingkahlaku, karena dengan mengikuti Rasulullah Muhammad saw. ada jaminan akan mendapatkan kasih sayang dan keampunan Allah swt. yang merupakan dambaan setiap muslim. Hamdan Bakran, menyebutkan bahwa sasaran yang diharapkan adalah, untuk mengantarkan manusia agar dapat mencapai sehat secara holistik, yaitu; sehat fisik, mental, spiritual, finansial, dan sosial. Psikologi kenabiaan, dilakukan Rasulullah saw. dengan metoda intro-peksitif dan aplikatif (panggilan hati nurani dan harmonisasi) dengan kaedah” ibda` binafsi” (mengawali dari diri sendiri).

Kata Kunci : Psikologi, Kepribadian

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 3 No.2              JULI-DES 2014               ISSN : 2089-8592

 KONTRIBUSI DAN PEMIKIRAN RAMLI ABDUL WAHID SEBAGAI TOKOH DALAM BIDANG HADIS DI

SUMATERA UTARA (2005-2010)

 Hemawati

Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Al Washliyah (UNIVA) Medan

Jl. Sisingamangaraja, KM. 5,5 No. 10 Medan

 ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk me-ngetahui kontribusi pemikiran Ramli Abdul Wahid dalam bidang Hadis di Sumatera Utara, sebagaimana tokoh-tokoh Hadis yang lain. Baik itu hal yang berkaitan dengan pemikirannya tentang Hadis mau-pun tentang kajian Hadis di Sumatera Utara dan metode penulisan bukunya dalam bidang Hadis. Topik kajian dalam penelitian ini merupakan pemikiran dari seorang tokoh Hadis, sehingga kajian dalam penelitian ini menjadi studi tokoh. Dalam kajian studi tokoh ini, maka yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah pemikiran atau gagasan dari tokoh yang sedang diteliti yaitu tokoh bidang Hadis yang bernama Ramli Abdul Wahid. Dalam tinjauan pustaka, penelitia ini hanya meninjau beberapa buku atau hasil karya tulis tokoh tersebut yaitu yang berjudul Studi Ilmu Hadis, Sejarah Perkembangan Hadis di Indonesia, dan Fikih Ramadan. Metode yang dipergunakan dalam pene-litian ini adalah metode kualitatif yaitu srudi tokoh. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapatlah diketahui  pemikiran Ramli Abdul wahid dalam bidang Hadis banyak dipengaruhi oleh tokoh-tokoh hadis yang sebelumnya terutama dari buku-buku klasik yang menjadi literatur bahan bacaannya yang  berbahasa Arab dan menukil dari padanya. Walaupun demi-kian hasil karyanya yang berjudul Sejarah pengkajian Hadis di Indonesia merupakan karya monumental Ramli Abdul Wahid.

Kata Kunci: Ramli Abdul Wahid, Hadis, Sumatera Utara

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 3 No.2              JULI-DES 2014               ISSN : 2089-8592

ANALISIS MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH (MBS) DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (STUDI KASUS DI SMP AL-WASHLIYAH 8 UNIVA MEDAN)

Samsul Rizal

Dosen Universitas Al Washliyah (UNIVA) Medan

Jl. Sisingamangaraja, KM. 5,5 N0. 10 Medan

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk me-ngetahui Implementasi Manajemen Ber-basis Sekolah (MBS) dalam peningkatan pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Al-Washliyah 8 Medan, kendala-kendala beserta solusinya implementasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dalam peningkatan pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Al-Washliyah 8 Medan. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Pengumpulan data melalui metode observasi, dokumentasi, dan wawancara. Sedangkan untuk analisisnya, penulis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif, yaitu berupa data-data yang tertulis atau lisan dari orang dan perilaku yang diamati sehingga dalam hal ini penulis berupaya meng-adakan penelitian yang bersifat meng-gambarkan secara menyeluruh tentang keadaan yang sebenarnya. Berdasarkan hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa implementasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dalam peningkatan pem-belajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Al-Washliyah 8 Medan telah berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan yaitu adanya kerjasama yang baik antara pihak sekolah, masyarakat dan pemerintah serta sarana prasarana yang lengkap sehingga memudahkan siswa dalam belajar sesuai dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, khusus-nya pada peningkatan pembelajaran Pendidikan Agama Islam.

Kata Kunci :     Manajemen Berbasis Sekolah, Peningkatan, Pembelajaran Pendidikan Agama Islam

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 3 No.2              JULI-DES 2014               ISSN : 2089-8592

 MUSEUM TERBUKA SEBAGAI TEMPAT MEMBENTUK KARAKTER PESERTA DIDIK

Suratno

 Dosen FKIP UMN Al-Washliyah

Jl. Garu II Medan, Kelurahan Harjosari I,

Kecamatan Medan Amplas, Medan

ABSTRAK

Museum terbuka jika dikelola dengan baik akan memiliki multi fungsi, seperti sebagai tempat rekreasi, tempat pen-didikan, media pembelajaran, dan tempat penelitian. Museum jenis ini banyak terdapat di Indonesia dan khusus di Provinsi Sumatera Utara museum jenis ini tersebar di kabupaten dan kota. Dalam pemanfaatan museum terbuka sebagai tempat membentuk karakter peserta didik memiliki kelebihan dan kelemahannya.

 Kata kunci : Museum Terbuka, Tempat Pendidikan Peserta Didik, Karakter

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 3 No.2              JULI-DES 2014               ISSN : 2089-8592

 PENGARUH SUPLEMENTASI Fe, ASAM FOLAT, DAN VITAMIN B12 TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN (Hb) PEKERJA WANITA DI PTPN-IV KEBUN AEK NAULI KABUPATEN SIMALUNGUN 2012

 Lusyana Gloria Doloksaribu

Dosen Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Medan

ABSTRACT

The incident of anemia in female workers is still a serious health problem in Indonesia. The prevalence of anemia in female workers in Indonesia is 30% to 46.6%, and especially in PTPN IV, Kebun Aek Nauli, it is 66.8%. Therefore, this health problem should be paid more attention. The research was an experiment with randomized control trial design. The object of the research was to find out the influence iron, folic acid, and vitamin B12 supplementation on hemoglobin level in workers. Intervention was done within eight weeks by giving de-worming medicine of single dosage before taking  and giving the iron, folic acid and vitamin B12 supplementation. In accordance with the inclusive samples criteria, 49 Subjekts were divided into three groups: the control group which consisted of 25 Subjekts took placebo; the treatment group which consisted of 24 Subjekts took supplement containing Iron, folic acid and vitamin and vitamin B12. Hemoglobin was measured by using Cyanmethemoglobin. The consumption of energy, protein, iron, folic acid, vitamin A, vitamin B12, and vitamin C were obtained through the method of food recall. The data were analyzed by using Paired Sample T-test. The result of the research showed that before supplementation of iron, folic acid, and vitamin B12 was given, the average consumption of energy was adequate/good, protein and folic acid were adequate,  vitamin A and  vitamin B12 were inadequate, and vitamin C was deficit. However, after  supplementation was given, the average consumptions of iron, folic acid, and vitamin B12 gradually became good because there was additional intake from the supplements given to female workers. Statistic analysis showed that supplementation of iron,folic acid, and vitamin B12 can increase haemoglobin level of the female workers significantly (p < 0.05). The supplements of iron, folic acid, and vitamin B12  was effective and successful in increasing hemoglobin level of 1.85 g/dl.

Keywords: Iron, Folic Acid, and Vitamin B12 Supplementation, Hemo-globin Level, Female workers

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 3 No.2              JULI-DES 2014               ISSN : 2089-8592

MUTASI DAN PENGATURAN PENEMPATAN KARYAWAN

Sulhana Lely Lubis

Dosen DPK Fakultas Ekonomi

Universitas Graha Nusantara

Padangsidimpuan

 ABSTRAK

Mutasi diperuntukkan untuk penye-garan setiap tenaga kerja. Apabila meng-hadapi suatu pekerjaan rutin dapat menimbulkan kebosanan pada diri tenaga kerja. Sehingga akan semakin rendah aktivitas serta potensi yang ada pada tenaga kerja. Mutasi atau pemindahan adalah suatu kegiatan rutin dari perusa-haan agar menetapkan prinsip “The Right Man On The Right Place” atau orang yang tepat pada posisi yang  tepat.

Kata Kunci : Mutasi, Pengaturan, Perusahaan

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 3 No.2              JULI-DES 2014               ISSN : 2089-8592

 APLIKASI “ADULT LEARNING THEORY” DALAM  PENDIDIKAN KEDOKTERAN

Budianto1) dan Atan Bestari2)

1)Dosen FKIP Universitas Islam Sumatera Utara, Jl. Sisingamangaraja, Medan

2)Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Jl. Karya Bhakti No. 34 Medan Johor

 ABSTRACT

One of the cornerstones of medical education is “lifelong learning” as part of efforts to develop the ability of the medical profession and their competence in providing services. Changes in the multi-sectors either directly or indirectly have an impact on the  healthcare system and includes educational institutions as producers of human resources in health services. “Adult Learning Theory” since its inception has been implemented in medical education, which is currently more apparent than in the implementation of competency based  curriculum (CBC) in medical education for the academic stage. As for non-formal academic prog-ram applied through  Continuing  Medical  Education  (CME) and Continuing Pro-fessional Development (CPD).

Keywords : Adult learning, CME, Longlife learning

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 3 No.2              JULI-DES 2014               ISSN : 2089-8592

Peningkatan Kreatifitas Anak Melalui Bermain Geometri di Kelompok B TK Rahmat Harapan

TAHUN PELAJARAN 2013/2014

Ardi Susanti

NIP. 19630727 198702 2 001

Guru Kelas B TK Rahmat Harapan

Jl. Sakti Lubis No. 17/74 Medan

 ABSTRAK

Masa kanak-kanak merupakan masa bermain sehingga pada pendidikan di Anak Usia Dini diberikan melalui kegiatan bermain sambil belajar. Dalam mengem-bangkan kreativitas anak perlu digunakan cara-cara tertentu agar kreativitas ter-sebut dapat berkembang dalam diri anak. Setiap anak lahir dengan potensi kreatif, dan potensi ini dapat dikembangkan dan dipupuk. Hasil penelitian menunjukkan ber-main geometri pada pembelajaran dapat meningkatkan kreativitas anak usia 5-6 tahun di TK Rahmat Harapan Medan. Peningkatan kreativitas anak pada siklus I diperoleh kreativitas anak masih rendah. Dari 20 anak, 15 orang anak  (75%) yang memiliki kreativitas pada kriteria kreatif, sementara 5 orang anak (25%) masih pada kriteria cukup kreatif. Nilai rata-rata kreativitas anak yaitu 58,67. Pada siklus ini kemampuan klasikal belum tercapai karena kemampuan klasikal anak pada kriteria sangat kreatif (76-100) lebih rendah dari 75% yaitu 0%. Pada siklus II terjadi perkembangan yang signifikan, anak yang memiliki kreativitas pada kriteria sangat kreatif ada 20 orang anak (100%). Nilai rata-rata kreativitas anak yaitu 90,04.  Pada siklus ini kemampuan klasikal anak sudah ter-capai yaitu sebesar 100%.

Kata Kunci : Kreatifitas Anak, Bermain Geometri

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 3 No.2              JULI-DES 2014               ISSN : 2089-8592

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) BERBANTUAN LKS DALAM MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SISWA DI KELAS VII-4  SMPN 15 MEDAN

Irianna

NIP. 19620921 198501 2 001

Guru SMP Negeri 15 Medan

Jl. M. Nawi Harahap Gang Suka, Medan

 ABSTRAK

Kegiatan belajar bersama dapat membantu memacu belajar aktif. Kegiatan belajar dan mengajar di kelas memang dapat menstimulasi belajar aktif. Namun kemampuan untuk mengajar melalui ke-giatan kerjasama kelompok kecil akan memungkinkan untuk menggalakkan ke-giatan belajar aktif dengan cara khusus. Ada beberapa faktor yang menyebabkan hasil belajar siswa itu rendah, antara lain : (1) Sistem pengajaran yang kurang efektif, kurang efisien, dan kurang mem-bangkitkan gairah siswa untuk belajar (2) Aktivitas siswa rendah, karena siswa kurang terlibat dalam pembelajaran. Siswa hanya mendengarkan informasi yang diberikan guru (3) Kualitas ran-cangan pengajaran yang kurang menarik minat siswa untuk belajar. Hal ini sejalan dengan pendapat rendahnya hasil belajar disebabkan proses pembelajaran yang didominasi oleh pembelajaran konven-sional. Salah satu alternatif yang dapat di-lakukan untuk meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar PKn siswa yaitu dengan mengubah suasana pembelajaran yang lebih menekankan siswa aktif dalam proses belajar mengajar bukan sekedar menghafal dan mengerjakan soal. Guru harus memilih model pembelajaran yang tepat dan inovatif yang dapat meng-aktifkan dan memberi semangat bagi siswa untuk belajar. Salah satunya adalah Model Pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) yang diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar PKn siswa. Hasil analisis menunjukkan terjadi peningkatan aktivitas siswa dengan me-nerapkan model pembelajaran kooperatif tipe TPS di Kelas VII-4 SMPN 15 Medan. Data aktivitas siswa menurut pengamatan pengamat pada Siklus I antara lain  menulis/membaca (47,0%), mengerjakan LKS (23,0%), bertanya sesama teman (17,0%), bertanya kepada guru (9,5%), dan yang tidak relevan dengan KBM  (3,5%). Data aktivitas siswa menurut pengamatan  pada Siklus II antara lain  menulis/membaca (23,0%), mengerjakan LKS (53,0%), bertanya sesama teman (12,0%), bertanya kepada guru (11,0%), dan yang tidak relevan dengan KBM  (1%). Dengan menerapkan model pem-belajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share hasil belajar siswa dari Siklus ke Siklus berikutnya mengalami peningkatan. Hasil belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share pada Formatif I dan Formatif II menunjukkan 18 orang siswa tuntas secara individu, sedangkan kelas tidak tuntas. Pada Siklus II, tuntas secara individu sebanyak 34 orang siswa, se-dangkan kelas adalah tuntas dengan rata-rata siklus I dan siklus II adalah 73,4 dan 82,4.

Kata Kunci : Tipe Think Pair Share, Hasil Belajar

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 3 No.2              JULI-DES 2014               ISSN : 2089-8592

Peningkatan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa Melalui Penerapan Model Pembelajaran Advance Organizer di Kelas IV-A SD Negeri 060825 KecAMATAN Medan Area

 Leniwati

NIP. 19630816 199007 2 002

Guru Kelas IV-A SD Negeri 060825

Jl. Ismailiyah No.83 Medan

 ABSTRAK

Pendidikan pada dasarnya adalah pengubahan sikap dan tingkah laku in-dividu dengan positif pada natural individu yang bersangkutan. Pendidikan juga me-rupakan salah satu ukuran kualitas ke-hidupan bangsa, karena tingkat pendidi-kan dapat menunjukkan kualitas sumber-daya yang dimiliki oleh bangsa yang ber-sangkutan. Dewasa ini, pendidikan telah mengalami perkembangan yang semakin pesat, dimana informasi dan komunikasi juga berkembang setiap saat. Pening-katan pemahaman konsep dan kemam-puan komunikasi siswa dapat dilakukan dengan mengadakan perubahan-perubahan dalam pembelajaran. Model pembelajaran yang sebaiknya diterapkan adalah model pembelajaran yang mem-berikan siswa untuk mengkonstruksi pengetahuannya sendiri sehingga siswa lebih mudah untuk memahami konsep-konsep yang diajarkan dengan meng-komunikasikan ide-idenya dalam bentuk lisan maupun tulisan. Hasil penelitian menunjukkan hasil belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran Advance Organizer pada Siklus  I mencapai rata-rata 62,6 dengan ketuntasan klasikal 61,90% dan Siklus  II mencapai 88,8 dengan ketuntasan klasikal 90,47%. Dengan demikian terjadi peningkatan hasil belajar siswa. Aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran bahasa indonesia mengalami peningkatan dari 26% aktivitas dalam mengerjakan LKS aktif pada siklus I menjadi 45% aktivitas dalam mengerjakan LKS aktif pada siklus II. Sehingga dapat dikatakan terjadi peningkatan aktivitas belajar siswa di kelas X IV-A SD Negeri 060825 Kec.Medan Area.

Kata Kunci : Hasil Belajar, Model Advance Organizer, Bahasa Indonesia

Full Text PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 3 No.2              JULI-DES 2014               ISSN : 2089-8592

 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING  UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII-3 SMPN 15 MEDAN

 Rulina Silalahi

NIP. 19580827 198303 2 005

Guru SMP Negeri 15 Medan

Jl. M. Nawi Harahap, Gg Suka Medan

ABSTRAK

Hasil belajar dapat tercapai apabila guru dalam menyampaikan pelajaran tidak menjadikan siswa hanya sebagai obyek belajar, tetapi siswa dijadikan sebagai subyek, sehingga siswa bisa ter-libat langsung dalam proses pembe-lajaran. Model pembelajaran yang sebaiknya diterapkan adalah model pembelajaran yang dapat meningkatkan aktivitas siswa, melibatkan siswa dalam proses belajar sehingga siswa lebih mudah untuk me-mahami materi yang diajarkan dengan mengkomunikasikan ide-idenya dalam bentuk lisan maupun tulisan. Sebagai alternatif yang dapat diterapkan adalah model pembelajaran Model pembelajaran Student Facilitator and Explaining. Model pembelajaran Student Facilitator and Explaining merupakan model pembela-jaran dimana siswa / peserta didik belajar mempresentasikan ide atau pendapat pada rekan peserta didik lainnya. Data aktivitas siswa menurut peng-amatan pengamat pada Siklus I antara lain membaca/membaca (40,0%), bekerja (27,0%), bertanya sesama teman (17,0%), bertanya kepada guru (10,5%), dan yang tidak relevan dengan KBM  (5,5%). Data aktivitas siswa menurut pengamatan  pada Siklus II antara lain membaca/membaca (30%), bekerja (40,0%), bertanya sesama teman (20,0%), bertanya kepada guru (8,0%), dan yang tidak relevan dengan KBM  (2,00%). Hasil belajar siswa dengan me-nerapkan model pembelajaran Kooperatif tipe student facilitator and explaining Pada Siklus I sebesar 73,4 dengan tuntas klasikal sebesar 65% dan Pada Siklus II sebesar 80,3 dengan tuntas klasikal sebesar 90%, ini menunjukkan tuntas secara individu dan kelas sesuai KKM IPS Terpadu.

Kata Kunci : Model Student Facilitator and Explaining, IPS Terpadu

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 3 No.2              JULI-DES 2014               ISSN : 2089-8592

Peningkatan MOTORIK HALUS ANAK MELALUI KEGIATAN MENGGAMBAR DAN MEWARNAI DI KELOMPOK B TK RA MUSLIM T.P 2013/2014

 Yenni Hartati

NIP. 19600419 198203 2 00 3

Guru Kelas B TK RA Muslim

Jl. Kenari I Gg. Serasi No. 4 Simpang Limun, Medan

ABSTRAK

Perkembangan anak adalah segala perubahan yang terjadi pada anak yang meliputi seluruh perubahan, baik per-ubahan fisik, perkembangan kognitif, emosi, maupun perkembangan psiko-sosial yang terjadi dalam usia anak (infancy toddlerhood di usia 0­-3 tahun, early childhood usia 3-6 tahun, dan middle childhood usia 6-11 tahun). Perkembangan anak berlangsung dalam proses yang holistic atau menyeluruh. Karena itu pemberian stimulasinya pun perlu berlangsung dalam kegiatan yang holistik. Perkembangan fisik sangat ber-kaitan erat dengan perkembangan mo-torik anak. Perkembangan motorik ber-beda dari setiap individu, ada orang yang perkembangan motoriknya sangat baik, ada juga yang tidak seperti orang yang memiliki keterbatasan fisik. Salah satu upaya peningkatan mo-torik halus anak tersebut adalah melalui kegiatan menggambar dan mewarnai. Kegiatan menggambar dan mewarnai tersebut melibatkan unsur otot, syaraf, otak dan jari jemarinya. Setiap anak gemar menggambar dan mewarnai, ke-giatan tersebut bermanfaat untuk anak bukan hanya bagi pengembangan seni melainkan dengan kegiatan menggambar dan mewarnai, motorik halus anak dilatih dan akan sangat berguna ketika anak dilatih dan akan sangat berguna ketika anak mulai belajar menulis di usia sekolah. Hasil penelitian menunjukkan ke-giatan menggambar dan mewarnai pada pembelajaran dapat meningkatkan mo-torik halus anak usia 5-6 tahun di TK Ra Muslim Medan. Peningkatan motorik halus anak pada siklus I diperoleh motorik halus anak masih rendah. Dari 18 anak, semuanya (100%) memiliki motorik halus pada kriteria cukup baik. Nilai rata-rata motorik halus anak yaitu 48,62. Pada siklus ini kemampuan klasikal belum tercapai ka-rena kemampuan klasikal anak masih pada kriteria cukup baik. Pada siklus II terjadi perkembangan yang signifikan, anak yang memiliki motorik halus pada kriteria baik sekali ada 17 orang anak (94,4%). Nilai rata-rata motorik halus anak yaitu 87,04. Pada siklus ini kemampuan klasikal anak sudah tercapai yaitu sebesar 94,4%.

Kata Kunci : Peningkatan Motorik, Meng- gambar, Mewarnai

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 3 No.2              JULI-DES 2014               ISSN : 2089-8592

 

KEWENANGAN PEMERINTAH DAERAH DALAM HAL PENGUTIPAN RETRIBUSI SAMPAH UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) DI KOTA PEMATANGSIANTAR

Raja Ahab Damanik

Fakultas Hukum Universitas Simalungun (FH- USI)

Jl. Sisingamangaraja, Pematangsiantar

 ABSTRAK

AD salah  satu  komponen  sumber  penerimaan  keuangan  daerah, disam-ping  penerimaan  lainnya  yang  berupa  bagi  hasil  pajak  dan  bukan  pajak, sum-bangan  dan  bantuan  dari  penerimaan  dari  pemerintah  diatasnya,  serta pin-jaman daerah. Guna menunjang pening-katan PAD, khususnya sektor retribusi daerah  perlu  adanya  kebijakan-kebijakan  tertentu  dari pemerintah daerah  yang mendukung  terhadap  pe-mungutan  retribusi  agar mampu mem-berikan  kontribusi yang  berarti. Retri-busi pelayanan persampahan/kebersihan sebagai salah satu jenis retribusi jasa umum dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD)  sehingga masyarakat akan merasakan manfaatnya dan  tentu-nya didukung dengan kesadaran yang tinggi maka akan mencapai visi, misi dan tujuan dari Kota Pematangsiantar.Untuk melengkapi data tulisan ini, maka penulis menggunakan metode Penelitian Kepus-takaan (Library research) Penelitian ini dilakukan dengan cara membaca, mem-pelajari buku-buku atau referensi, literatur yang berhubungan dengan skripsi ini sesuai dengan kemampuan yang ada pada penulis dan Penelitian Lapangan (Field research) Yaitu penelitian yang dilakukan langsung ke lapangan dengan teknik komunikasi langsung melalui interview dan wawancara kepada pihak-pihak yang yang mempunyai hubungan dengan skripsi ini. Dalam hal ini penulis mengadakan wawancara dengan pihak Dinas Kebersihan kota Pematangsiantar.

Kata Kunci : Retribusi, PAD

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 3 No.2              JULI-DES 2014               ISSN : 2089-8592

PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK DAN PUPUK ANORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata L.)

Rahmi Dwi Handayani Rambe

Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatera Utara

Jl. Karya Bakti No.34 Medan Johor Telp. (061) 69692531

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menge-tahui pengaruh  pemberian pupuk organik dan pupuk an organik terhadap pertumbuhan dan produksi jagung manis (Zea mays saccharata L). Penelitian ini akan dilaksanakan di kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Propinsi Sumatera Utara dengan ketinggian tempat ± 25 m diatas per-mukaan laut dengan topografi datar. Penelitian ini menggunakan Ran-cangan Acak Kelompok (RAK) faktorial 3 x 4 dengan 3 ulangan. Faktor pertama pemberianpupuk organik cair terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu: 2 cc/liter air/plot (M1), 4 cc/liter air/plot (M2), 6 cc/liter air/plot (M3). Faktor kedua adalah pem-berian NPK Nitrophoskaterdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu : kontrol (Ko), 100 kg/ha (40 g/plot) (K1), 200 kg/ ha (80 g /plot) (K2), 300 kg/ha (120 g/plot) (K3).

 Kata Kunci :    Jagung Manis, Pupuk Organik, Pupuk Anorganik

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 3 No.2              JULI-DES 2014               ISSN : 2089-8592

POTENSI DAUN KASOMBI DALAM  MELUNAKAN TULANG IKAN

 Martos Havena

Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Pancabudi

Jalan Jend. Gatot Subroto Km. 4,5 Telp (061) 8471983 PO. BOX 1099 Medan

Email : MartosHavena@Yahoo.com

ABSTRACT

This study tests the potential of leaf kasombi titled ad softeners fishbone. Research methods completely rando-mized design consisting of two factors, number of leaves kasombi one ons and two ons, two types of carp and bandeng. Sensory testing results show that the number of leaves kasombi two ounces to one kilogram of fish provide an acceptable tenderness all the testers for the two types of fish, while for the color, flavor and aroma all panelists unacceptable behavior by testing edonik.

Keywords: Kasombi, Soteners Fishbone, Carp, Tamba

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 3 No.2              JULI-DES 2014               ISSN : 2089-8592

HUBUNGAN KETIDAKPATUHAN PENGOBATAN DAN STIGMA PADA KELUARGA DENGAN PERAWATAN KEMBALI PASIEN SKIZOFRENIA DI RSJ DAERAH PROVINSI SUMATERA UTARA

 Joesoef Simbolon

Staf Pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Jl. Karya Bakti No. 34 Medan

 ABSTRACT

Schizophrenia is a chronic psychotic disorder which always relapses. The data obtained from the Medical Record of the Mental Hospital of North Sumatera Province showed that  in 2013, 65%  of the patients of schizophrenia treated experienced a relapse and caused their rehospitalization. The high rate of relapse in the patients of schizophrenia is predicted to be related to medication non-adherence and family stigma. The purpose of this explanatory survey study was to analyze the relationship between the medication non-adherence and family stigma and the rehospitalization of the patients of schizophrenia in the Mental Hospital of North Sumatera Province. The population of this study in 2013 were 956 families of the patients of schizophrenia having treatment in the Mental Hospital of North Sumatera Province and 87 of them were selected to be the samples for this study through the non probability sampling and consecutive techniques. The primary data were obtained through questionnaire-based interviews. The data obtained were analyzed through univariate and bivariate analysis by means of Chi-square test. The result of this study showed that medication non-adherence and family stigma had significant relationship with the rehospitalization of the patients of schizopherenia in the Mental Hospital of North Sumatera Province (p < 0.05). The management of the Mental Hospital of North Sumatera Province is suggested (1) to improve the extension program through family education focused on expression in the family, and (2) to make a policy focusing on the importance of community empowerment in the process of helping the recovery of the patients of schizophrenia.

Keywords : Non-adherence, Family Stigma, Rehospitalization

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 3 No.2              JULI-DES 2014               ISSN : 2089-8592

 IMPLEMENTASI STRATEGI PEMBELAJARAN LIFE SKILL DALAM MATA PELAJARAN FIQIH

Sarudin

Dosen Sekolah Tinggi Teknik Harapan, Jurusan Teknik Informatika

Jl. H. M. Joni No. 70 C Medan

 ABSTRAK

Penelitian tentang “Implementasi Strategi Pembelajaran Life Skill Dalam Mata Pelajaran Fiqih, memiliki tujuan untuk meneliti sejauh mana implementasi strategi pembelajaran life skill dalam mata pelajaran Fiqih yang meliputi: pertama,  implementasi strategi pembelajaran life skill dalam mata pelajaran Fiqih. Kedua, orientasi pembelajaran life skill dalam mata pelajaran Fiqih. Pendekatan penelitian yang dipilih adalah pendekatan kualitatif. Ciri khas pendekatan ini terletak pada tujuannya untuk mendeskripsikan suatu kasus dengan memahami makna dan gejala. Sedangkan pengumpulan datanya melalui metode kualitatif, dimana peneliti meng-gunakan studi kepustakaan (library research) dengan mempelajari buku-buku yang relevan dengan pembahasan, dan pendapat para pakar yang ada kaitannya dengan permasalahan yang penulis bahas. Dari data tersebut dapat diperoleh upaya implementasi strategi pembe-lajaran life skill dalam mata pelajaran Fiqih. Sehingga penelitian ini diharapkan dapat dikemukakan suatu pemikiran ten-tang pembelajaran life skill dalam mata pelajaran Fiqih secara komprehensif dan efektif.

Kata Kunci : Strategi Pembelajaran, Life Skill, Fiqih

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 3 No.2              JULI-DES 2014               ISSN : 2089-8592

ANALYSIS OF THE THOUHGT OF MUSTHAFA KEMAL ATTATURK TOWARD ISLAMIC STUDIES

Nur Asyiah Siregar

Dosen Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Elektro

Universitas Al Washliyah Medan

Jl. Sisingamangaraja, Km. 5,5 No. 10 Medan

 ABSTRACT

By the education, Daulah Islamiyah determine that all of it’s society member can dominate many kinds of skill sector, what necessary for society progress. Generally, adapt to Imam Ghazali said that knowledge is divided to be two parts, science and islamic thought. The state will educate the children to dominate islamic thought as tafsir, fiqih, ‘uluumul qur’an, etc. The high quality of education in the time of Khilafah can express the special personals, who can be leader of politics, government, and military. As Abu Bakar r.a, Khalid bin Walid r.a, and Shalahuddin al-Ayyubi. In the same time also born the special figure, as Imam Abu Hanifah, al-Khawrizmi, and many muslim religious teacher who competence in all various branch of islamic thought. Unfortunately, after annihilation of caliphate system in 1924 M by England’s henchman, Musthafa Kemal Attaturk, islamic studies being decreased at full speed. That because of annihilation of Islamic studies system from the government that being the world development road of science till today. Islamic studies system was changed be secular education system that proposed the separation between religion and life. The method in this research is the qualitative naturalistic method. By inspecting the documents that interrelated with the research object after collect the research datas. After that, analyzing the collected data to the valid data perfectly. From this research produced the research that has related to Musthafa Kemal Attaturk thought that brought the big destruction toward Islamic studies. So that, Islamic studies today can not build the great generation as like as generation in the past time.

Keywords : Musthafa Kemal Attaturk, Islamic Studies

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 3 No.2              JULI-DES 2014               ISSN : 2089-8592

 ANALISIS BREAK EVENT POINT USAHA TANI JAGUNG

 Khairunnisyah Nasution

Dosen Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatera Utara

Jl. Karya Bakti No.34 Medan Johor

ABSTRAK

Anaslisa break even point adalah suatu teknis analisa yang mempelajari hubungan antara biaya tetap, biaya variable, keuntungan dan volume ke-giatan. oleh karena analisa tersebut mem-pelajari hubungan antara biaya, ke-untungan dan volume kegiatan, maka analisa tersebut sering pula disebut “cost-profit-volume analysis (CPV analysis)”. Dalam perencanaan keuntungan, analisa break event point merupakan “profit planning approach” yang mendasarkan pada hubungan biaya (cost) dan  peng-hasilan penjualan (revenue). Dengan analisa Break Even Point, suatu usaha dapat mengetahui pada jumlah produksi atau volume penjualan berapa keuntungan perusahaan sama dengan nol. Dengan demikian suatu usaha dapat menargetkan keuntungan yang akan diperoleh dari usahamya.

Kata Kunci : Break Even Point, Usaha Tani Jagung

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 3 No.2              JULI-DES 2014               ISSN : 2089-8592

PENGARUH PENDAPATAN TERHADAP KESEJAHTERAAN ANGGOTA PADA CU. MAJU TARUTUNG

Bonifasius Tambunan

Dosen Fakultas Ekonomi, Jurusan Akuntansi

Universitas HKBP Nommensen

ABSTRACT

Maju Credit Union is an integral part of the Indonesian Credit Cooperatives engaged in the savings and loan that aims to improve the welfare of its members that was founded January 23, 1977 which is located on Jl. DI. Panjaitan No. 39, Tarutung. Formulation of the problem in this research is “Is the income effect on the welfare of member cooperatives CU. Maju Tarutung High Cliff? “Hypothesis that being in this study are: Revenue cooperatives have a significant impact on the welfare of members. Based on the results of the test statistic t (partially), shows that the cooperative income CU. Maju Tarutung significant effect on the welfare of members.

Keywords : Income and Welfare for Cooperative Members

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 3 No.2              JULI-DES 2014               ISSN : 2089-8592

 PENERAPAN  MODEL  PEMBELAJARAN  ADVANCE ORGANIZER UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS SISWA DI KELAS VII-1 SMPN 15 MEDAN

Rusmailina

NIP.  19571213 198103 2 002

Guru SMP Negeri 15 Medan

Jl. M. Nawi Harahap Gang Suka, Medan

ABSTRAK

Belajar merupakan kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam penyeleng-garaan pendidikan. Berhasil atau gagal-nya pencapaian tujuan pendidikan sangat bergantung pada proses belajar yang dialami oleh siswa, baik saat berada di sekolah, lingkungan masyarakat maupun dalam lingkungan keluarga sendiri. Model pembelajaran Advance Organizer dikembangkan oleh Ausubel yang merupakan penerapan konsepsi tentang struktur kognitif dalam merancang pengajaran. Sedangkan struktur  kognitif itu sendiri merupakan faktor utama yang berpengaruh terhadap proses belajar dan retensi materi baru. Hasil penelitian menunjukkan Data aktivitas siswa menurut kedua peng-amatan pengamat pada Siklus I antara lain: menulis/membaca (37,0%), me-ngerjakan (29,5% ), bertanya sesama teman (17,0%), bertanya kepada guru (10,5%), dan yang tidak relevan dengan KBM (6,0%). Dan Data aktivitas siswa menurut pengamatan pada Siklus II antara lain: menulis/membaca (30,5%), bekerja (41,5%), bertanya sesama teman (16,0%), bertanya kepada guru (9,0%), dan yang tidak relevan dengan KBM  (3,0%). Terjadi peningkatan aktivitas siswa saat menerapkan model pem-belajaran advance organizer kelas VII-1 SMP Negeri 15 Medan. Dengan meningkatnya aktivitas siswa dari siklus I ke siklus II, maka ber-dampak pada hasil belajar siswa dalam belajar IPS Terpadu juga meningkat. Hasil belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran advance organizer pada Formatif I dan Formatif II menunjukkan 23 orang siswa tuntas secara individu, sedangkan kelas tidak tuntas. Pada Siklus II, tuntas secara individu sebanyak  35 orang siswa, sedangkan kelas adalah tuntas dengan rata-rata siklus I dan siklus II adalah 71,0 dan 82,0 dengan ketuntasan klasikal sebesar 57,5% pada siklus I dan 87,5% pada Siklus II.

Kata Kunci :     Model pembelajaran Advance Organizer, Peningkatan Aktivitas Siswa

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 3 No.2              JULI-DES 2014               ISSN : 2089-8592

 

ETOS KERJA DAN ETIKA PROFESI DALAM PANDANGAN ISLAM

Sahmiar Pulungan

Dosen IAIN Dpk Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK

Kerja adalah suatu aktivitas yang menggunakan daya yang dianugerahkan Allah swt. Kepada manusia, secara garis besar, dianugerahi empat daya pokok. Pertama, daya fisik yang menghasilkan kegiatan fisik dan keterampilan. Kedua, daya pikir yang mendorong pemiliknya berpikir dan menghasilkan ilmu penge-tahuan. Ketiga, daya kalbu yang men-jadikan manusia mampu berhayal, meng-ekspresikan keindahan, beriman dan merasa, serta berhubungan dengan Allah, Sang Pencipta. Dan keempat, daya hidup yang menghasilkan semangat juang, kemampuan menghadapi tantangan dan menanggulangi kesulitan. Al-Qur’an mendorong manusia bekerja untuk memakmurkan dunia, menjadikan usaha sebagai asas untuk memperoleh rezeki dalam kehidupan, rezeki tidak akan muncul begitu saja, akan tetapi datang dengan buah kerja keras. Karenanya, kerja itu menuntut ada-nya pemberdayaan dengan fisik, seperti pertanian, perindustrian dan perdagang-an, ataupun kerja pikiran dan keilmuan, seperti kedokteran, guru, insinyur dan cendikiawan dalam berbagai bidang yang memberikan manfaat bagi manusia. Semua itu termasuk kepentingan ke-hidupan, dan hukumnya termasuk fardhu kifayah, dimana dunia akan tegak, ke-bajikan dan peradaban dibangun, masya-rakat dibebaskan dan kemandirian di-wujudkan, agar tidak bergantung pada pihak lain. Instrumen kerja adalah tiang ekonomi bangsa dan ummat yang menginginkan kemerdekaan, keluhuran dan menuju masa depan cemerlang. Oleh karena itu, pemerintah perlu menyiapkan infra struktur kerja dengan segala sarana-nya, menyiapkan peluang produksi dan pasar, sehingga tidak ada intervensi pihak luar dalam kehidupan internal ummat Islam. Jalan terburuk dalam etos kerja Islam, adalah saat kita bergantung pada usaha orang lain, meminta tanpa ada kebutuhan yang sifatnya mendesak (darurat). Sebab meminta bantuan seperti itu berarti bangkit tanpa usaha. Bagi sipemberi, memiliki keunggulan di mata Allah dibanding yang diberi. Setiap orang yang mampu berusaha, dituntut untuk bekerja dan berusaha secara sungguh-sungguh, berusaha di bumi merupakan wahana ibadah dan jihad di jalan Allah, karena yang maha pemberi rezeki adalah Allah maka wajiblah bagi orang mukmin untuk mencarinya dengan jiwa yang tinggi penuh kemuliaan. Seseorang tidak boleh merasa hina, selain dihadapan Allah swt., meskipun dituntut bersikap lemah lembut dan berbuat baik dalam menekuni pekerjaan. Implementasi dari bekerja perlu diikat dan dilandasi oleh ahlak/etika, yang sering disebut dengan etika profesi. Etika profesi tercermin dari kata sifat, yaitu, Istiqamah, Fathanah, Amanah dan Tablig.

Kata Kunci : Hukum Islam, Etos Kerja

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 3 No.2              JULI-DES 2014               ISSN : 2089-8592

PEMBERDAYAAN  SUMBERDAYA  MANUSIA MENENTUKAN MUTU ORGANISASI

Elwardi Hasibuan

NIDN: 0117056502

Dosen Fakultas Ekonomi UNIVA

Jl. Sisingamangaraja, KM. 5,5 No. 10 Meda

Email: elwardi.hasibuan@yahoo.co.id

 ABSTRAK

Pemberdayaan memiliki dua kecen-derungan jika dilihat dari sudut operasionalnya. Pertama kecenderungan primer, merupakan kecenderungan pro-ses yang memberikan atau mengalihkan sebagian kekuasaan, kekuatan dan ke-mampuan (power) kepada individu untuk lebih berdaya. Kedua, kecenderungan sekunder, yaitu kecenderungan yang menekankan pada proses memberikan stimulasi, mendorong atau memotivasi individu agar mempunyai kemampuan untuk menentukan apa yang menjadi pilihan hidupnya. Maka partisipasi se-bagai salah satu komponen penting pada proses pemberdayaan, maka dapat di-pahami bahwa proses pemberdayaan dapat dilakukan secara individu maupun kelompok (kolektif).

Kata Kunci: Manajemen, Pemberdayaan, Sumberdaya Manusia, Partisipasi.

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 3 No.2              JULI-DES 2014               ISSN : 2089-8592

PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN PROMOSI JABATAN TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN PT. SUMATRASARANA SEKAR SAKTI

Alwi Rianto dan Cut Fitri Rostina

Fakultas Ekonomi Universitas Prima Indonesia

ABSTRACT

The problem that occurs in the company is related to leadership. Most of the employees feel that the leadership in the company is not appropriate yet. Another problem that occurs is about the system of job promotion applied by company. This leads to a lack of job satisfaction perceived by employees and so it reduces morale and productivity of employees. Based on the brief description above, a problem can be formulated about how the leadership and promotion can affect job satisfaction of employees at PT. SumatraSarana Sekar Sakti. The method used is quantitative approach. This is a descriptive quantitative research with the characteristics of explanatory research. The collecting data method used is questionnaire and the analytical method used is multiple regression. The population is all employees of PT. SumatraSarana Sekar Sakti with a total number of 117. Sample size deter-mination in this research uses saturation sampling technique to obtain a total sample of 87 and the remaining 30 are used for validity and reliability test. The results of the study on the hypothesis suggests that leadership and promotion have  positive and significant effect on job satisfaction of employees, completely and partially.

Keywords: Leadership, Promotion, Job Satisfaction

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 3 No.2              JULI-DES 2014               ISSN : 2089-8592

FAKTOR PRODUK DAN HARGA DALAM MEMPENGARUHI KEPUTUSAN KONSUMEN MEMBELI HANDPHONE SAMSUNG

Syafrizal

Dosen Tetap Fakultas Ekonomi, Jurusan Manajemen

Universitas Islam Sumatera Utara

Jl. Karya Bakti No.34 Medan Johor

 ABSTRAK

Perilaku konsumen untuk memutus-kan pembelian terhadap suatu produk yang dibutuhkannya dipengaruhi oleh banyak faktor, dua diantaranya adalah produk dan harga. Produk yang ber-kualitas dilihat dari karakterstiknya dan tingkat harga yang wajar akan mem-pengaruhi tingginya minat konsumen untuk membeli produk. Dari penelitian ini faktor produk yang paling mempengaruhi konsumen dalam memutuskan pembelian handphone Samsung adalah kelengkapan fitur, sedangkan dari faktor harga adalah karena dipengaruhi harga jual kembali yang tinggi.

Kata Kunci : Harga, Produk, Perilaku Konsumen, Keputusan Konsumen.

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 3 No.2              JULI-DES 2014               ISSN : 2089-8592

 HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI DAN ASUPAN VITAMIN C DENGAN STATUS ANEMIA PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) DI LINGKUNGAN AMPERA UTARA DESA SEKIP KECAMATAN LUBUK PAKAM

 Dini Lestrina

Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Medan

 ABSTRAK

Anemia gizi  merupakan salah satu masalah gizi yang belum dapat ditang-gulangi sampai saat ini, dibuktikan de-ngan masih tingginya prevalensi anemia di beberapa daerah, seperti di sumatera Utara dengan prevalensi sebesar 78,4%, di Kecamatan Kintab, Kalimantan Selatan dengan prevalensi 65,3% dan di Desa Paluh Kemiri Kecamatan Lubuk Pakam sebesar 82,2%. Anemia gizi adalah keadaan dimana kadar hemoglobin darah lebih rendah dari nilai normal. Tujuan penelitian adalah untuk me-ngetahui hubungan pengetahuan gizi dan asupan vitamin c dengan status anemia WUS di Lingkungan Ampera Utara Desa Sekip Kecamatan Lubuk Pakam. Jenis penelitian deskriptif analitik dengan de-sain Cross Sectional. Populasi adalah semua WUS yang berusia 20-35 tahun, sedangkan sampel adalah bagian dari populasi. Penentuan sampel dilakukan dengan kriteria inklusi sehingga diperoleh sampel sebesar 73 orang. Pengumpulan data dengan wawancara menggunakan kuesioner, food recall 24 jam selama 3 hari tidak berturut-turut dan pemeriksaan kadar Hb dengan metode cyanmethe-moglobin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi anemia sebesar 74% lebih tinggi dibandingkan dengan penelitian Argana, dkk (2004) dan lebih rendah di-bandingkan dengan penelitian Nurhayati, dkk (2013). Faktor yang menyebabkan tingginya prevalensi anemia ini adalah kurangnya pengetahuan gizi WUS ten-tang anemia dan rendahnya asupan vitamin C dari makanan yang dikomsumsi sehari-hari. Oleh karena itu perlu peningkatan pengetahuan WUS dengan meningkatkan penyuluhan melalui ke-giatan yang dinaungi oleh Puskesmas setempat.

Kata Kunci :     Pengetahuan gizi, asupan vitamin C, status anemia, WUS

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 3 No.2              JULI-DES 2014               ISSN : 2089-8592

PERANAN PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN BAGI PERUBAHAN PRILAKU DI KALANGAN SISWA SMP NEGERI 1 PULAU RAJA KABUPATEN ASAHAN

 Asnawati Matondang

Dosen Kopertis Wilayah I dpk FKIP UISU Medan

Jl. Sisingamangaraja, Medan

 ABSTRAK

 Penelitian ini betujuan untuk menge-tahui Peranan Pendidikan Kewarga-negaraan Bagi Perubahan Prilaku Di Kalangan Siswa SMP Negeri 1 Pulau Raja Kabupaten Asahan. Penelitian di-laksnakan di SMP negeri 1 Pulau raja Kabupaten Asahan, dengan jumlah sampel 60 orang dan teknik pengumpulan data yang digunkan observasi, angket, studi documenter dan wawancara. Pen-didikan Kewarganegaraan dapat mem-berikan nilai moral kepada para siswa. Adanya rasa pengetahuan yang tinggi dan siswa akan belajar sungguh-sungguh karena kesukaan siswa pada pelajaran tersebut. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa peranan pendidikan kewarga-negaraan bagi perubahan prilaku di kalangan siswa SMP Negeri 1 Pulau Raja Kabupaten Asahan adalah mencapai angka 83,33%. Dapat disimpulkan bahwa peranan pendidikan kewarganegaraan bagi perubahan prilaku di kalangan siswa SMP Negeri 1 Pulau Raja Kabupaten Asahan tergolong tinggi.

Kata Kunci : Pendidikan Kewarga-negaraan, Perubahan Prilaku

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 3 No.2              JULI-DES 2014               ISSN : 2089-8592

PENGETAHUAN PENGOBAT TRADISIONAL TENTANG PENYAKIT DAN CARA PEMBUATAN OBAT TRADISIONAL

Regina Marintan Sinaga

Staf Pengajar Akademi Kebidanan dan Keperawatan Swasta di Medan

ABSTRACT

The activities of traditional medicines treatment and supply have been applying since long time ago and until nowdays, their practices are still continuing. Its developing is quite fast and used in all level of society, which is not limited by administration borders as its existence is keeping broaden. Indonesian society, especially Medan citizen is still using traditional medicines services to cure sickness. Phenomenon in curing sickness in society by seeking for traditional medicines services is a reality in community health style. However in traditional medicines practices, traditional medicines man (whose expert in traditional medicines) has not been fulfill health procedure standard yet. This research examine traditional medicine’s knowledge about curing disease technique and ways of for-mulating good traditional medicines which include all aspect of making traditional medicines, starting from choosing raw materials and other activities such as cleansing. All equiments should be first clean and in formulating herbal medicines, hand should be washed. Weight and measurement of medicines are make in accuracy, ways of boiling herbal (jamu), direction and dosage as well as time of using is part of  ways of formulating good traditional medicines (Good Manufac-turing Traditional Medicines). This research is conducted on January 2008 until March 2009. The result from field showed that traditional medicine man’s knowledge about technique of curing disease is a combination of personal and natural medical system. Knowledge of ways formulating good tradional medicines (Good Manufacturing Traditional Medicines) that is only based upon indegenous knowledge has not yet adequate quality standard of maximize health services/procedures. For that reason, it is needed to have traning and education for traditional medicines man to increase their know-ledge in treating disease technique and ways of formulating good traditonal medicines (Good Manufacturing tradi-tional medicnes). These should be done, that community health services in overcoming health problems through tradional medicine techniques are able to be accountable (provide in maximize ways).

 Key words :   Medicine Man, Good Manufacturing Traditional Medicine, Personal Medical System, Natural Medical System, Activities Tradi-tional Medicine

Full Text : PDF

Link Jurnal Digital UISU :
nav-left nav-left nav-left tijarah julisa Jurnal sosial ekonomi Nur edukasi Tausiah