nav-left cat-right
cat-right

Abstrak jurnal LPPM “Wahana Inovasi” Vol. 2 No.2, Juli-Des 2013 ISSN : 2089-8592

Abstrak jurnal LPPM “Wahana Inovasi” Vol. 2 No.2, Juli-Des 2013               ISSN : 2089-8592

WAHANA INOVASI       VOLUME 2 No.2              JULIDES 2013               ISSN : 2089-8592

 

TINDAK TUTUR DALAM PERCAKAPAN PENUTUR

DIALEK BAHASA PAKPAK

 

Tiurnalis Siregar

Dosen Kopertis Wilayah I dpk FKIP Universitas Islam Sumatera Utara

Jl. Paduan Tenaga, Medan


ABSTRAK

Bahasa Pakpak merupakan salah satu dari rumpun bahasa Batak, di samping Batak Toba, Batak Karo, Batak Angkola Mandailing, dan Batak Simalungun. Dialek Bahasa Pakpak ter-dapat di dua kabupaten, yaitu kabupaten Dairi dan kabupaten Pakpak Barat. Tindak tutur merupakan salah satu kajian yang menyangkut pragmatik. Tindak tutur dalam bahasa Pakpak mencakup Refresentatif, Direktif, Ekspresif, Komisif, dan Deklarasi. Tindak tutur Refresentatif bentuk tuturan yang mengikat penutur pada kebenaran proposisi yang diungkapkan. Tindak tutur Direktif bentuk tuturan untuk membuat pengaruh agar mitra tutur melakukan tindakan tertentu. Tindak tutur Ekspresif bentuk tuturan untuk menyatakan sikap psikologis penutur terhadap suatu keada-an. Tindak tutur Komisif bentuk tuturan yang berfungsi untuk mengatakan janji atau penawaran. Tindak tutur Deklarasi bentuk tuturan yang menghubungkan isi tuturan dengan kenyataan.

 

Kata Kunci :   Bahasa Pakpak, Tindak Tutur

 

 

 

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 2 No.2              JULI-DES 2013               ISSN : 2089-8592

 

KEDUDUKAN, PERANAN, FUNGSI DAN KEWENANGANGN DEWAN PERWAKILAN DAERAH (DPD) DALAM SISTEM KETATANEGARAAN INDONESIA

 

Tukimin

Dosen Fisip Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Jl. Kapt. Muchtar Basri No.3


ABSTRAK

 

Perubahan UUD 1945 telah mengem-balikan kedaulatan ke tangan rakyat, yang selama ini diselenggarakan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Ciri lain yang sangat penting ialah bahwa Presiden dipilih secara langsung oleh rakyat. Keberadaan DPD untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat dari daerah memiliki legitimasi yang kuat seperti halnya mem-berikan implikasi harapan yang kuat pula dari rakyat kepada lembaga DPD karena DPD secara perorangan dan langsung dipilih oleh rakyat.

DPD berfungsi sebagai lembaga per-wakilan masyarakat daerah sebagaimana diatur dalam UU No. 22 Tahun 2003 yang juga memiliki fungsi legislasi. Akan tetapi banyak hal yang mestinya bisa dicapai oleh DPD jika fungsi, peranan, kedudukan dan kewenangan diperluas oleh UU.

 

Kata Kunci : Kedudukan, Peranan, Fungsi dan Kewenangan DPD

 

 

 

 

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 2 No.2              JULI-DES 2013               ISSN : 2089-8592

 

PENGARUH PEMBERIAN  EKSTRAK BROKOLI  DAN  BAWANG PUTIH TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA TIKUS PUTIH

 

Rita Kurniasari

Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Medan


ABSTRAK

 

Memasuki era globalisasi, Idonesia masih menghadapi masalah Gizi ganda, yaitu masalah gizi kurang dan masalah gizi lebih dengan berbagai resiko penyakit yang ditimbulkan. Setiap keluarga mempunyai masalah gizi yang berbeda-beda ter-gantung pada tingkat sosial ekonominya. Pada keluarga yang kaya dan tinggal diper-kotaan, masalah gizi yang sering dihadapi adalah masalah kelebihan gizi yang disebut gizi Iebih. Anggota keluarga ini mempunyai resiko tinggi untuk mudah menjadi gemuk dan rawan terhadap penyakit jantung, hipertensi, diabetes mellitus, kanker dan penyakit degeneratif Iainnya.

Bagaimanakah pengaruh pemberian ekstrak brokoli dan bawang putih terhadap penurunan kadar gula darah pada tikus putih.

Jenis penelitian yang dilakukan bersifat eksperimental yaitu melakukan percobaan untuk melihat pengaruh ekstrak brokoli dan bawang putih terhadap penurunan kadar gula darah pada tikus putih (Rattus novergicus) jenis strain wistar dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 12 ekor tikus putih. Untuk menguji hipotesis dilakukan Uji Anova.

Pada kelompok tikus yang diberi ekstrak brokoli (Xl) yaitu dan, 207 mg/dI menjadi 149 mg/dl, 123 mg/dl dan 137 mg/dl sedangkan pada bawang putih (X2) yaitu dan 215 mg/dl menjadi 96 mg/dl. 94 mg/dI dan 71 mg/dl dimana menghasilkan persentase penurunan adalah brokoli 34,1 % sedangkan bawang putih 59,5% jadi dan persentase diketahui bahwa bawang putih lebih efektif dalam menurunkan kadar gula darah hal ini disebabkan karena perbedaan kandungan senyawa penurun kadar gula darah yang terdapat didalam brokoli dan bawang putih, dimana brokoli mengandung mineral kromium dan bawang putih mengandung senyawa kimia Dialil disulfide (alisin), jumlah kandungan antara brokoli dan bawang putih berbeda yaitu jumlah kromium yang terdapat pada brokoli Iebih sedikit dibanding jumlah Dialil disulfide yang ada pada bawang putih.

Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan analisis sidik ragam dan setiap perlakuan dan ulangan diperoleh nilai p yaitu 0,000 (P<0,05), maka dapat dinyatakan bahwa ada pengaruh pem-berian ekstrak brokoli dan bawang putih terhadap penurunan kadar gula darah pada tikus putih.

Pemberian ekstrak bawang putih lebih banyak menurunkan kadar gula darah pada tikus putih sebesar 59%, sedangkan pemberian ekstrak brokoli menurunkan KGD pada tikus putih sebesar (34,1%), ada pengaruh pemberian ekstrak brokoli dan bawang putih terhadap penurunan KGD tikus putih.

 

Kata kunci :   Ekstrak Brokoli, Ekstrak Bawang Putih, Kadar Gula Darah

 

 

 

 

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 2 No.2              JULI-DES 2013               ISSN : 2089-8592

 

PENGARUH TELEVISI TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU REMAJA DI DESA SEI MENCIRIM, KECAMATAN KUTALIMBARU

 

Asnawati Matondang

Dosen Kopertis Wilayah I dpk FKIP Universitas Islam Sumatera Utara

Jl. Paduan Tenaga, Medan

 

ABSTRAK

 

Penyajian drama remaja di televisi memiliki pengaruh yang signifikan bagi para remaja. Pengaruh drama yang di-tayangkan di televisi terjadi dalam bentuk perubahan pengetahuan (knowledge), sikap (atitude) dan perilaku (behavior). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana dampak televisi terhadap perilaku remaja di Desa Sei Mencirim, Kecamatan Kutalimbaru. Berdasarkan variabel-variabel penelitian dapat disimpul-kan bahwa : remaja di Desa Sei Mencirim memiliki minat yang sangat tinggi dalam menyaksikan tayangan drama di televisi, tayangan drama di televisi membawa efek perubahan terhadap perilaku remaja dalam berbagai kehidupan maupun dalam ke-beradaannya, sebagai remaja dapat dilihat dari perubahan gaya bicara, cara bergaul, pola konsumsi, cara berpikir, dan televisi secara langsung maupun tidak langsung telah mempengaruhi kehidupan remaja di Desa Sei Mencirim, yang menjurus kepada romantisme, gaya kemewahan dan gaya hidup yang glamour.

 

Kata Kunci : Pengaruh Televisi, Perubahan Perilaku Remaja, Desa Sei Mencirim

 

 

 

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 2 No.2              JULI-DES 2013               ISSN : 2089-8592

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP STATUS GIZI DI BKPM (BALAI KESEHATAN PARU MASYARAKAT) KOTA MEDAN

Erlina Nasution

Staf Pengajar Politeknik Kesehatan Medan Jurusan Gizi Program Studi Diploma III

Kemenkes RI Politeknik Kesehatan Medan


ABSTRAK

 

Tuberculosis (TB) merupakan penyakit infeksi dengan angka kejadian masih tingginya didunia, Indonesia maupun di Sumatera Utara, kemungkinan akibat rendahnya pengetahuan ibu tentang bahaya penyakit TB Paru, cara penularan dan tata cara pengobatan yang berlaku untuk penyakit ini. Hal lain yang menyebabkan tingginya angka kesakitan penderita TB Paru adalah sikap apatis penderita TB Paru  yang harus menjalani terapi pengobatan dalam jangka waktu yang cukup lama serta berkesinambungan.

Mengetahui hubungan pengetahun dan sikap terhadap status gizi pada penderita TB paru di BKPM kota Medan tahun 2011.  Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan desain Cross Sectional yaitu dengan mengetahui hubungan pengeta-huan dan sikap terhadap status gizi pada penderita penyakit TB Paru yang dilakukan sesaat dan pada waktu yang bersamaan.

Status gizi pasien TB Paru di BKPM sebagian besar normal, yaitu 70%.  Pengetahuan pasien TB Paru tentang penatalaksanaan pengobatan TB Paru sebagian besar baik, yaitu 72%. Sikap pasien TB Paru tentang penatalaksanaan pengobatan TB Paru sebagian besar berkategori baik, yaitu 73%.

Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan uji chi-square data yang diperoleh bahwa ada hubungan pengeta-huan dan sikap terhadap status gizi pada penderita TB paru di BKPM kota Medan (Ho ditolak).

 

Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, TB Paru, Status Gizi

 

 

 

 

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 2 No.2              JULI-DES 2013               ISSN : 2089-8592

 

KETERAMPILAN DASAR DOSEN DALAM             MEMBELAJARKAN MAHASISWA

Nurhasnah Manurung

Dosen Kopertis Wilayah I dpk FKIP Universitas Islam Sumatera Utara

Jl. Paduan Tenaga, Medan


ABSTRAK

Dikaitkan dengan pengimplementasian Kurikulum Berbasis Kompetensi yang dilanjutkan dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, keterampilan dasar mengajar harus dimiliki setiap dosen. Dosen merupakan pemegang peranan penting dalam kegiatan pembelajaran/ perkuliahan mahasiswa, karena dalam proses kegiatan tersebut terkandung sejumlah perbuatan dosen dan mahasiswa sebagai hubungan timbal balik. Dosen yang memiliki kompetensi, akan lebih mampu menciptakan lingkungan belajar yang efektif. Seorang dosen dituntut untuk memiliki sejumlah keterampilan dasar mengajar agar dapat mengelola kelasnya, sehingga hasil belajar mahasiswa dapat mencapai hasil yang memuaskan.

 

Kata Kunci : Keterampilan Dasar Mengajar,  Pembelajaran

 

 

 

 

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 2 No.2              JULIDES 2013               ISSN : 2089-8592

 

ANALISIS KOMPOSISI ASAM LEMAK DARI DAGING IKAN MUJAHIR (Tillapia mossambica) YANG BERASAL DARI  KERAMBA DAN LUAR KERAMBA DI PERAIRAN DANAU TOBA BALIGE KABUPATEN TOBASA-SUMUT                       DENGAN METODE GC-MS

Muhammad Saleh Manurung1, Lamek Marpaung2, Tonel Barus3

1,2,3)Dosen FMIPA Universitas Sumatera Utara, Medan

 


ABSTRACT

 

The research was carried out about of analysis fatty acid composition of tillapia meat from  cages and outside cages in the waters of Lake Toba region of North Sumatera Balige Districts Tobasa. This analysis using GC-MS instrument. The fatty acids obtained from fish tilapia cages consists of : Palmitic acid (C16:0) (25,08%), Stearic acid (C18:0) (6,10%), Palmitoleate acid (C16:9) (4,41%), Oktadecenoic acid (C18:9­) (29,99%). Where as fatty acids derived from fish tillapia outside cages consisting of : Mirystyc acid (C14:0) (2,45%), Palmitic acid (C16:0) (24,63%), Stearic acid (C18:0) (6,48%), Palmitoleate acid (C16:9) (4,84%), Octadekenoic acid (C18:9) (36,86%), Eicosaenoic acid (C20:11) (0,37%), and Linoleat acid (C18:9,12) (17,88%).

 

Keywords : Tillapia fish, GC-MS, Fatty Acid

 

 

 

 

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 2 No.2              JULI-DES 2013               ISSN : 2089-8592

 

HUBUNGAN  pengetahuan gizi, pengeluaran/kapita/bulan, asupan protein, asupan vitamin C, dan asupan zat besi dengan status anemia pada Wanita Usia Subur (WUS) di Desa Paluh Kemiri Kecamatan Lubuk Pakam

 

Ida Nurhayati1, Dini Lestrina2, Riris Oppusunggu3

1,2,3)Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Medan

 


ABSTRAK

Anemia di Indonesia sebesar 90% karena kekurangan zat besi. Berdasarkan data SKRT (2005), prevalensi anemia masih tinggi pada wanita usia 17-45 tahun sebesar 39,5%, hasil survei pada delapan kabupaten/kota di provinsi Sumatera Utara (1997) ditemukan prevalensi anemia sebesar 78,4%. Anemia  menimbulkan ber-bagai dampak pada WUS, seperti melahir-kan bayi BBLR. Laporan tenaga pelaksana gizi, diketahui bahwa Desa Paluh Kemiri merupakan satu dari dua desa dengan jumlah balita dan angka gizi buruk tertinggi di Kecamatan Lubuk Pakam.

Penelitian bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan gizi, asupan protein, vitamin C, zat besi dan pengeluaran/kapita/bulan dengan status anemia pada Wanita Usia Subur (WUS) di Desa Paluh Kemiri Kecamatan Lubuk Pakam. Jenis penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Populasi adalah semua WUS berusia 18-35 tahun, sampel ditentukan berdasar kriteria inklusi, diperoleh sampel sebanyak 118 WUS. Pengumpulan data dengan wawancara menggunakan alat bantu kuesioner, food recall 24 jam dan pemeriksaan kadar Hb dengan metode Cyanmethemoglobin.

Hasil penelitian menunjukkan preva-lensi anemia sebesar 82.2%, lebih tinggi dibandingkan angka rerata nasional. Status anemia disebabkan rendahnya penge-tahuan, asupan vitamin C dan zat besi (Fe) yang mempengaruhi secara signifikan, sedangkan rendahnya pengeluaran/kapita/ bulan dan asupan protein tidak mem-pengaruhi secara signifikan. Rendahnya pengetahuan dan asupan vitamin C merupakan faktor yang paling dominan. Untuk itu perlu peningkatan pelaksanaan penyuluhan pada WUS melalui kegiatan di Posyandu, sehingga pengetahuan WUS tentang anemia dan pengaturan pola makan keluarga menjadi lebih meningkat.

 

Kata kunci   :  Pengetahuan gizi, asupan, protein, vitamin C, zat besi, pengeluaran/kapita/bulan keluarga, status anemia, WUS

 

 

 

 

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 2 No.2              JULIDES 2013               ISSN : 2089-8592

 

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN DAN KECERDASAN INTERPERSONAL TERHADAP HASIL BELAJAR  SOSIOLOGI SISWA KELAS X

SMA NEGERI 8 MEDAN

Samio

Dosen FKIP Universitas Al Wasliyah, Medan

Jl. Sisingamangaraja Km. 5,5

 


ABSTRAK

 

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajar-an terhadap hasil belajar Sosiologi, menge-tahui pengaruh kecerdasan interpersonal terhadap hasil belajar Sosiologi dan untuk mengetahui interaksi antara strategi pem-belajaran kecerdasan interpersonal ter-hadap hasil belajar Sosiologi siswa kelas X SMA Negeri 8 Medan.

Populasi dalam penelitian ini berjumlah 154 orang siswa. Sampel 80 orang siswa dari dua kelas yakni kelas X-1 terdiri 40 orang, diberi perlakuan strategi Problem Based Instruction dan kelas X-3 terdiri 40 orang, diberi perlakuan strategi pembe-lajaran kooperatif Two Stay Two Stray.

Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa, menggunakan strategi pembela-jaran kooperatif Two Stay Two Stray, hasil belajar siswa lebih tinggi dibandingkan dengan  menggunakan strategi Problem Based Instruction. Hal ini ditunjukkan oleh Fhitung = 7,73 > Ftabel = 3,97 pada taraf signifikansi α = 0,05 dengan dk = (1,76). Siswa dengan tingkat kecerdasan interper-sonal tinggi memperoleh hasil belajar yang lebih tinggi dibandingkan siswa dengan tingkat kecerdasan interpersonal rendah. Hal ini ditunjukkan oleh Fhitung = 12,19 > Ftabel = 3,97 pada taraf signifikansi α = 0,05 dengan dk = (1,76). Terdapat interaksi antara strategi pembelajaran dan kecer-dasan interpersonal terhadap hasil belajar Sosiologi. Hal ini ditunjukkan Fhitung = 37,33 > Ftabel = 3,97 pada taraf signifikansi α = 0,05 dengan dk = (1,76). Dengan uji lanjut Tukey diperoleh bahwa siswa dengan tingkat kecerdasan interpersonal tinggi lebih tepat jika diajar menggunakan strategi pembelajaran kooperatif Two Stay Two Stray. Siswa dengan  tingkat kecerdasan interpersonal rendah lebih tepat jika diajar menggunakan strategi Problem Based Instruction.

 

Kata Kunci : Strategi Pembelajaran dan Kecerdasan Interpersonal

 

 

 

 

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 2 No.2              JULI-DES 2013               ISSN : 2089-8592

 

NILAI-NILAI RELIGIUS DALAM EKONOMI ISLAM

 

M. Rusli Panut

Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Jl. Kapt. Muchtar Basri No.3

 


ABSTRAK

 

Dalam beberapa dekade belakangan, ekonomi Islam mendapat apresiasi yang tinggi dari para ahli ekonomi. Negara-negara yang memakai ajaran Islam sebagai landasan ekonominya, ternyata mampu bertahan ditengah-tengah krisis ekonomi yang melanda hampir seluruh negara. Hal itu tentu menjadi analisis menarik untuk dikaji secara akademis oleh banyak ahli ekonomi.

Ekonomi Islam sesungguhnya meletak-kan nilai-nilai religius tidak hanya pada sistem ekonominya, tapi juga memproteksi para pelakunya dari berbagai kejahatan-kejahatan ekonomi yang notabenenya menjadi biang krisis ekonomi dunia hari ini. Jadi dalam hal ini ekonomi Islam mem-berikan batasan-batasan yang sifatnya eksternal dan internal.

 

Kata Kunci :

 

 

 

 

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 2 No.2              JULI-DES 2013               ISSN : 2089-8592

 

PENGGUNAAN INTI PADA PENGECORAN LOGAM

Abdul Haris Nasution

Dosen Fakultas Teknik Jurusan Mesin UISU, Medan

Jl. Karya Bhakti No. 34 Medan

e-mail: aharisnst@gmail.com

 

ABSTRACT

 

In the field of metal casting industry so many problem that facing to obtain the best quantity and quality of product, that defiance more variation influence of more variation of shape of product that must produced.

There product that created by casting process  are not always in the solid condition, often, the things that will be casting must have hollow space or a slot in inside or outside parts.

To solve that problem we have to use core in mold, with the result that when pouring the liquid metal, it doesn’t cover over all of mold.

There are so many trick and method in order to create and to place core into mold.

 

Keywords : Core, Mold, Metal Casting.

 

 

 

 

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 2 No.2              JULI-DES 2013               ISSN : 2089-8592

 

PERJANJIAN PENETAPAN HARGA MENURUT UNDANG-UNDANG NO.5 TAHUN 1999 TENTANG LARANGAN PRAKTIK MONOPOLI DAN PERSAINGAN USAHA TIDAK SEHAT

 

Rabiah Z. Harahap

Dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Jl. Kapt. Muchtar Basri No.3


ABSTRAK

 

Dunia bisnis ekonomi sering kali dibumbui dengan aroma-aroma yang tidak sedap dan berbau busuk. Banyak praktik kotor yang dibuat oleh para pengusaha untuk mendongkrak produk yang dimiliki-nya. Diantara sekian banyak praktik kotor tersebut adalah perjanjian penetapan harga. Perjanjian penetapan harga pada akhirnya menimbulkan praktik monopoli yang juga merupakan praktik kotor. Baik perjanjian penetapan harga dan monopoli memberikan dampak negatif bagi masyarakat, diantaranya mematikan usaha pihak lain karena adanya pemusatan ekonomi di tangan satu pengusaha, dikuasainya produksi atau pemasaran oleh suatu perusahaan, serta kepentingan umum dirugikan karena persaingan usaha tidak sehat.

Tulisan ini akan membahas tentang perjanjian penetapan harga menurut Undang-Undang No. 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat, dengan memakai pendekatan yuridis.

 

Kata Kunci : Perjanjian, Penetapan Harga, UU No.5 Tahun 1999

 

 

 

 

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 2 No.2              JULI-DES 2013               ISSN : 2089-8592

 

KONTRIBUSI PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH DALAM RANGKA PELAKSANAAN OTONOMI DAERAH

(Studi di Tiga Daerah Di Provinsi Sumatera Barat)

 

Fauzi

Dosen Fakultas Ekonomi, Universitas Islam Sumatera Utara

Jl. Karya Bhakti No. 34 Medan Johor Telp.(061) 69692531

 


ABSTRACT

 

Local autonomy is the important moment for the local area to holds their own government. The local area is given the trust to regulate their own household. To realize the local government, off course the local government must supported by financial sources. Local area must find the financial sources, ones of them is Pure Local Income. Each outonomic area try to success their own government with increase their Pure Local Income that’s comes from local tax and retribution.

 

Key words :

 

 

 

 

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 2 No.2              JULI-DES 2013               ISSN : 2089-8592

 

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK LIDAH BUAYA DAN TOMAT TERHADAP PENURUNAN KADAR KOLESTEROL DARAH PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus)

 

Bernike Doloksaribu

Dosen Poltekkes Kesehatan Kemenkes Medan Jurusan Gizi

 


ABSTRAK

Pola dan gaya hidup yang serba instan membawa masyarakat pada budaya mengkonsumsi makanan siap saji atau junk food  yang banyak mengandung lemak jenuh dan kolesterol. Aloe vera mengandung asam nikotinat (vitamin B3) yang dapat menurunkan produksi VLDL, sehingga kadar IDL dan LDL menurun. Aloe vera juga mengandung Vitamin C yang mempunyai efek membantu reaksi hidroksilasi dalam pembentukan asam empedu sehingga meningkatkan ekskresi kolesterol. Tomat mengandung zat gizi yaitu likopen, likopen merupakan pigmen karoten yang dikenal sebagai antioksidan yang sangat potensial.

 

Kata Kunci  :  Kolesterol, Lidah   Buaya, Tomat, Tikus Putih

 

 

 

 

 

 

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 2 No.2              JULI-DES 2013               ISSN : 2089-8592 

PERGESERAN GARIS POLITIK HUKUM DI INDONESIA DARI GBHN KE RPJPN DI ERA PEMERINTAHAN PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

 

Irwansyah

Dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Jl. Kapt. Muchtar Basri No.3

 

 

ABSTRAK

 

Memasuki era reformasi dan terjadinya perubahan (amandemen) UUD1945 maka terjadi perubahan garis plitik hukum dalam konsep pembangunan nasional, dengan dikeluarkannya UU No. 17 Tahun 2007 tentang RPJPN, maka Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) tidak lagi digunakan  sebagaimana pernah dipraktek-kan sebelumnya. Sehingga, dibutuhkan suatu panduan yang menjadi penggerak berbagai agenda pembangunan di setiap tingkatan dalam konteks saling terkoor-dinasi satu sama lain.

 

Kata Kunci :

 

 

 

 

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 2 No.2              JULI-DES 2013               ISSN : 2089-8592

 

PENGARUH FORMULASI TEPUNG AMPAS TAHU, TEPUNG TERIGU TERHADAP UJI ORGANOLEPTIK BOLU KUKUS

 

Tiar Lince Bakara

Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Medan

 

ABSTRAK

 

Ampas tahu adalah merupakan limbah dalam bentuk padatan dari bubur kedelai yang diperas dan tidak berguna lagi dalam pembuatan tahu. Ampas tahu dari limbah industri  pembuatan tahu, apabila tidak ditangani dengan baik dapat mencemari lingkungan. Karena sifatnya yang mudah rusak, biasanya penggunaan ampas tahu tidak lebih dari satu hari. Supaya dapat disimpan lebih lama maka ampas tahu dilakukan pengawetan dengan pembuatan tepung ampas tahu. Salah satu cara untuk meningkatkan nilai nutrisi ampas tahu adalah dibuat menjadi berbagai jenis olahan produk makanan diantaranya yaitu pada pembuatan bolu kukus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh formulasi tepung ampas tahu, tepung terigu terhadap uji organoleptik bolu kukus. Rancangan yang digunakan adalah RAL (Rancangan Acak Lengkap). Kemudian hasil uji organoleptik dilanjutkan dengan menggunakan uji Anova dengan signifikan 5 %.

Hasil penelitian Dari ketiga perlakuan bahwa perlakuan B yang paling disukai. Ada pengaruh perbandingan tepung terigu dan tepung ampas tahu terhadap uji organoleptik bolu kukus pada warna dan tekstur, sedangkan pada rasa dan aroma tidak ada pengaruh perbandingan tepung terigu dan tepung ampas tahu terhadap uji organoleptik bolu kukus.

 

Kata Kunci :   Ampas Tahu, Penambahan Tepung Ampas Tahu, Uji Organoleptik Bolu Kukus

 

 

 

 

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 2 No.2              JULI-DES 2013               ISSN : 2089-8592

 

MODUL PAKEM DI SD/MI

(Pengalaman Empirik sebagai University Advisor DBE2 USAID di SD

Nanggroe Aceh Darussalam)

Abdul Murad

Dosen Kopertis Wilayah I Sumut dpk FKIP Universitas Islam Sumatera Utara

Jl. Paduan Tenaga, Medan


ABSTRAK

 

Modul Pakem merupakan suatu modul pelatihan pembelajaran aktif kreatif efektif dan menyenangkan yang diseleng-garakan melalui serangkaian pelatihan terhadap guru-guru SD/MI se-Nanggroe Aceh Darussalam. Modul ini dirancang oleh tim pengembang modul USAID NAD yang terdiri dari penulis sendiri sebagai university advisor/expert, guru-guru, kepala sekolah, komite sekolah, pegawai diknas/depag dan LPMP Banda Aceh bertujuan untuk meningkatkan kapasitas mengajar guru SD/MI se-Nanggroe Aceh Darussalam melalui pengembangan modul Pakem ini, dimana pascatsunami karena banyak guru yang hilang/meninggal dan merosotnya mutu pembelajaran. Hasil-hasil yang dicapai pasca pelatihan Pakem adalah para guru telah meningkat kapasitas pembelajarannya dari suasana yang masih konvensional menjadi aktif, efektif dan menyenangkan pembelajaran di kelas.

 

Kata Kunci :

 

 

 

 

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 2 No.2              JULI-DES 2013               ISSN : 2089-8592

 

KAJIAN PENGGUNAAN PUPUK HAYATI BIO-EXTRIM                    DAN NPK MUTIARA PADA PERTANAMAN KEDELAI                 (Glycine max (L.) Merril)

 

Susana Tabah Trina Sumihar

Dosen Kopertis Wilayah I Sumut-NAD dpk Fakultas Pertanian

Universitas HKBP Nommensen

Jl. Sutomo No. 4-A Medan

 


ABSTRACT

 

To meet the demand for soybeans which increased along with the increase in the rate of population growth leading to increased consumption of soybeans per year for food, feed and for seed and to reduce dependence on imported soybeans require various efforts to increase the productivity of the business as well as the expansion of soybean planting area. Various biological fertilizers in the market one is Bio-extrim, need to be assessed for their influence crop. In this study using a biological fertilizer which is expected to contribute Bioextrim soil fertility naturally. NPK fertilization using pearls that can supply a very macro nutrients needed by plants. Through this research is expected to improve the application of bio-fertilizer and soil fertility while reducing the use of NPK fertilizer that cost relatively expensive for farmers while increasing the produc-tivity of soybean plants. The study was conducted using a randomized block design (RBD) factorial with 2 factors: Biological Fertilizer Bio Extrim and NPK Mutiara. The results showed that the Bio-extrim biological fertilizer can increase plant height, number of pods contains, weight of 100 seeds and seed production per hectare; NPK Mutiara can increase plant height, number of branches, number of pods contain, number of seeds per pod, 100 seed weight and seed production per hectare. Bio extrim concentration to 0.6 ml/l of water can still increase the rate of growth and seed production per hectare. Dose of NPK to 62.5 kg/ha increased plant height at 8 weeks after planting (MST), reduce the amount of seed per pod but increase the number of branches, weight of 100 biji and tend to increase the number of pods contain seeds and production per hectare.

 

Keywords: Soybean, Biological Fertilizer, Bio extreme, NPK Mutiara

 

 

 

 

 

 

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 2 No.2              JULI-DES 2013               ISSN : 2089-8592

 

PENERAPAN BIOTEKNOLOGI DALAM PERTANIAN

 

Saur Ernawati Manik

Dosen Kopertis Wilayah I Medan dpk Fakultas Pertanian UISU Medan

Jl. Karya Bhakti No. 34 Medan Johor Telp.(061) 69692531

 


ABSTRAK

Bioteknologi merupakan  ilmu yang sudah sangat berkembang dewasa ini, bioteknologi dalam arti luas sudah berkembang sejak zaman dulu sedangkan bioteknologi dalam arti sempit berkaitan dengan rekayasa genetika. Perkembangan bioteknologi dapat diuraikan sebagai berikut, yaitu : pengolahan bahan pangan, bioteknologi steril dan bioteknologi modern. Sedangkan bioteknologi di bidang pertanian mencakup bioteknologi tanah, bioteknologi tanaman dan bioteknologi hasil pertanian. Bioteknologi tanah mencakup penyematan nitrogen dan penyerapan posfat. Bioteknologi tanaman mencakup kultur jaringan, kultur tepungsari, kultur sel, dan rekayasa genetika. Bioteknologi hasil pertanian mencakup sumber energi dan enzim tanaman.

Kata kunci : Bioteknologi, Pertanian

WAHANA INOVASI       VOLUME 2 No.2              JULI-DES 2013               ISSN : 2089-8592

 

PENGARUH EXPOSURETIME TERHADAP PANJANG RETAK MATERIAL BAJA NIRKARAT AUSTENIT AISI 304,316 DAN 316 L YANG MENGALAMI KEGAGALAN  STRESS CORROSION CRACKING

Junaidi

Dosen Jurusan Teknik Mesin STTH Medan

ABSTRAK

 

Stress Corrosion Cracking (SCC) me-rupakan bentuk kegagalan pada material yang lazim ditemukan pada bejana ber-tekanan dan pemipaan. Kegagalan terjadi akibat pengaruh kombinasi dan interaksi yang bersinergi antara tegangan mekanik, lingkungan korosif, dan kerentanan struk-tur suatu material.

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji karakteristik kegagalan SCC Baja Nirkarat Austenit AISI 304, 316, dan 316L pada larutan Glycerol dengan kon-sentrasi klorida yang bervariasi yakni 50, 6.000, 9.000, dan 12.000 ppm, dua variasi tegangan awal, yaitu, 50% dan 70% dari Yield Strength masing-masing jenis mate-rial uji, dan pada temperatur 150 oC kons-tan. Pengujian dilakukan dengan  meng-gunakan metoda Spring Loaded Fixture berdasarkan ASTM G49 dan E 292 masing-masing untuk metoda pengujian dan geometri benda uji.

Kegagalan SCC diawali dengan serangan pitting dan depletion hingga tegangan mencapai ultimate strength. Kegagalan terjadi dengan tiba-tiba dengan model kegagalan adalah brittle fracture pada butirannya (transgranular). AISI 304 memiliki kerentanan yang lebih tinggi pada keseluruhan larutan pengu-jian. Pada 50 ppm konsentrasi klorida, keseluruhan material uji tidak mengalami kegagalan SCC hingga exposure time 556 jam. Semakin besar tegangan dan konsentrasi klorida, maka kecepatan retak semakin tinggi dengan failure time yang semakin singkat.

 

Kata Kunci : Stress Corrosion Cracking, Baja Nirkarat Austenit, dan Spring Loaded Fixture.

 

Link Jurnal Digital UISU :
nav-left nav-left nav-left tijarah julisa Jurnal sosial ekonomi Nur edukasi Tausiah