nav-left cat-right
cat-right

Jurnal LPPM “Wahana Inovasi” Volume 6 Nomor 2 Edisi Juli – Desember 2017, ISSN : 2089 – 8592

Jurnal LPPM “Wahana Inovasi” Volume 6 Nomor 2 Edisi Juli – Desember 2017, ISSN : 2089 – 8592

WAHANA INOVASI       VOLUME 6 No.2              JULI-DES 2017               ISSN : 2089-8592

ANALISIS RANCANGAN STRATEGI PEMASARAN MOBIL STUDI KASUS (HONDA : PT. ISTANA DELI KENCANA)

Anita Christine Sembiring

Dosen Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi dan Ilmu Komputer,

Universitas Prima Indonesia

Jln. Sekip Simpang Sikambing, Medan 20111 

ABSTRAK

Pemasaran adalah kegiatan untuk memenuhi kebutuhan pasar dengan barang dan atau jasa, menetapkan harga, mendistribusikan, serta mempromosikannya melalui proses pertukaran agar memuaskan konsumen dan mencapai tujuan perusahaan. Strategi pemasaran adalah salah satu cara memenangkan keunggulan bersaing yang ber-kesinambungan baik itu untuk perusahaan yang mem-produksi barang atau jasa. Strategi pemasaran dapat dipandang sebagai salah satu dasar yang dipakai dalam menyusun perencanaan perusahaan secara menyeluruh. Pelaku pemasaran perlu mengetahui apa saja bahan pertimbangan konsumen dalam keputusan pembelian sebuah produk, pengambilan keputusan oleh konsumen berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh veriabel mix marketing seperti: produk, harga, tempat, promosi, orang, proses, dan bentuk fisik, pengaruhnya baik secara bersama maupun parsial terhadap kepuasan konsumen yang menggunakan produk Honda dikarenakan terjadinya penurunan penjualan produk. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apa yang menjadi pengaruh menurunnya penjualan mobil hondadan mengetahui bagaimana promosi yang dilakukan perusahaan kepada masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah riset pasar dengan melakukan survey pasar dan membagikan kuesioner yang dihitung validitas dan realibitasnya. hasil penelitian ini kita akan mendapatkan data berupa persentase dari hasil kuesioner yang dapat membantu kita untuk mengambil kesimpulan faktor yang paling mempengaruhi konsumen untuk membeli mobil Honda.

Kata Kunci : Strategi Pemasaran, Harga, Tempat, Promosi, Produk

Full Text Here : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 6 No.2              JULI-DES 2017               ISSN : 2089-8592

UJI LIMBAH UDANG DAN EM4 TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia Cristm.) Swingle

Fenty Maimunah Simbolon*, Rahmawati* dan Ahmad Galang Sumantri**

Dosen Program Studi Agroteknologi dan Alumni

Fakultas Pertanian UISU, Medan

ABSTRAK 

Tujuan Penelitian ini adalah Untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh limbah udang dan EM-4 terhadap pertumbuhan bibit jeruk nipis. Penelitian ini telah dilaksanakan di Lahan Percobaan UISU Pertanian yang bertempat di gedung Johor Jln Karyawisata Medan, penelitian ini telah dimulai dari bulan  Januari sampai bulan Mei 2016. Metode yang digunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial dengan tiga (3) ulangan yakni Pemberian Limbah Udang U0 = 0 (Kontrol); U1 = 50 g/polybag ; U2 = 100 g/polybag; U3 = 150 g/polybag dan Pemberian EM-4 M0 =                       0 (Kontrol); M1 = 5 ml/polybag; M2 = 10 ml/polybag. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah Tinggi Tanaman (cm), Pertambahan Diameter Batang (cm), Pertambahan Jumlah Cabang Berat Basah dan berat kering Tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi limbah udang berpengaruh  nyata terhadap diameter bibit jeruk nipis, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah cabang, berat kering dan berat basah tanaman. Diameter yang lebih baik diperoleh pada perlakuan U3 (150 g/polybag) yaitu 0,97 mm. Aplikasi larutan EM-4 berpengaruh tidak  nyata terhadap semua parameter yang diamati. Kombinasi kedua perlakuan berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter yang diamati.

Kata Kunci : Limbah Udang, EM4, Bibit Jeruk Nipis

Full Text Here : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 6 No.2              JULI-DES 2017               ISSN : 2089-8592

PERBEDAAN PERKEMBANGAN MOTORIK ANTARA ANAK TAMAN KANAK-KANAK DI DAERAH PERKOTAAN DAN PERDESAAN MENGGUNAKAN INSTRUMEN DENVER II

Saiful Batubara, M.Joesoef Simbolon, Mahdalena

Dosen Fakultas Kedokteran UISU Medan

Fakultas Kedokteran UISU Medan, Jl.Karya Bakti No.34 Pangkalan Masyhur Medan

 ABSTRAK

Perkembangan motorik merupakan perkembangan kontrol pergerakan badan melalui koordinasi aktivitas saraf pusat, saraf tepi, dan otot. Setiap anak adalah individu yang unik, karena faktor bawaan dan lingkungan yang berbeda, maka pertumbuhan dan pencapaian kemampuan perkembangannya juga berbeda, tetapi akan tetap mengikuti patokan umum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pada aspek motorik anak prasekolah yaitu anak di taman kanak-kanak yang berada di perkotaan dan perdesaan menggunakan instrumen Denver II. Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional komparatif dengan sampel diambil berdasarkan metode purposive sampling dimana sampel untuk masing-masing populasi ditetapkan sebanyak 50 anak. Sehingga total sampel adalah sebanyak 100 anak dari TK daerah perkotaan dan TK daerah perdesaan. Hasil penelitian ini menggunakan uji Mann-Whitney, dimana hasil analisis uji Mann-Whitney perkembangan motorik halus diperoleh nilai p = 0,393, karena signifikansi p = 0,393 > 0,05, dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan perkembangan motorik halus antara anak taman kanak-kanak di daerah perdesaan dan perkotaan. Dan hasil analisis uji Mann-Whitney perkembangan motorik kasar diperoleh nilai p = 0,648, karena signifikansi p = 0,648 > p 0,05, dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan perkembangan motorik kasar antara anak taman kanak-kanak di daerah perdesaan dan perkotaan. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan masukan dalam bidang kesehatan serta diharapkan kepada orangtua dan para guru taman kanak-kanak selalu memperhatikan perkembangan motorik anak dengan memperhatikan aspek-aspek yang mempengaruhinya.

 Kata Kunci : Perkembangan Motorik, Anak TK, Denver II

Full Text Here : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 6 No.2              JULI-DES 2017               ISSN : 2089-8592

 PENGARUH LAMA FERMENTASI DAN DOSIS RAGI TERHADAP KADAR BIOETANOL PADA FERMENTASI  LIMBAH TAPIOKA PADAT KERING

Mahyu Danil

Dosen Fakultas Pertanian UISU, Program Studi Teknologi Hasil Pertanian

 ABSTRAK

Industri tapioka merupakan salah satu industri pangan yang terdapat di Indonesia. Bahan baku industri ini adalah umbi ketela pohon (Manihot utilissima) yang diolah menjadi tepung tapioka. Limbah padat (onggok) telah banyak dimanfaatkan, yaitu sebagai pakan ternak, pembuatan kompos dan sebagainya. Upaya minimalisasi limbah dari proses pembuatan tepung ubi kayu salah satunya dengan memanfaatkan kembali limbah. Etanol dapat diperoleh melalui konversi biomasa seperti serealia, umbi akar dan molase dengan menggunakan teknologi fermentasi dan oleh aktivitas mikroba. Limbah onggok ketela pohon sebagai sisa pembuatan tepung topioka dianggap kurang berguna bagi masyarakat, karena nilai ekonomisnya yang masih rendah dan pemanfaatannya belum optimal. Masih adanya beberapa kandungan nutrisi di dalam limbah onggok, maka perlu dilakukan penelitian lebih lanjut sebagai bahan alternatif pembuatan alkohol. Metode Penelitian : Model rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) faktorial, yang terdiri atas dua faktor utama yaitu : Faktor  I :  Waktu Fermentasi (W) yang terdiri dari 3 taraf yaitu W1  =   5 hari,   W2 =   7 hari, W3  =   9 hari. Faktor II  : Dosis Ragi (D) yang terdiri dari 4 taraf yaitu :   D0  =     0g/500g, D1 =   10g/500g, D2 =   20g/500g, D3 =   30g/500g,  dengan penelitian menggunakan 3 ulangan. Hasil penelitian secara umum menunjukkan bahwa waktu fermentasi dan dosis ragi terhadap kadar alkohol pada fermentasi limbah tapioka padat kering berpengaruh terhadap parameter yang diamati. Kadar air terbaik 10,79% (700C) dan 10,30% (3 jam).  Kadar etanol terbaik diperoleh pada waktu fermentasi selama 9 jam sebesar 25,017% dan dosis ragi 30/150gr sebesar 27,433%. Rendemen  terbaik diperoleh pada waktu fermentasi selama  9 jam sebesar 0,634% dan dosis ragi 30/150gr sebesar 0,687%.

Kata kunci : Fermentasi, Ragi, Bioetanol, Limbah, Tapioka

Full Text Here :PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 6 No.2              JULI-DES 2017               ISSN : 2089-8592

 TINGKAT STRES IBU YANG MEMILIKI ANAK PENYANDANG RETARDASI MENTAL

 Bania Maulina

Dosen Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sumatera Utara

Jl. STM, SukaMaju, Medan, Telp 061-4572733, 4143491

 ABSTRACT

Stress appraisals could include harm/loss, such as loss of a loved or valued person. The others one will appear related birth of physically or mentally handicapped children. Mental retardation is one of them.This research was a descriptive study with used self report method, included scale to find out mothers’ level of stress that have mentally retarded child. Scaled included some statements that was arranged accordingindividual psychological reactions to stressful situations (Atkinson, 2000). This research was done to 40 mothers that had child with mild or moderate mentally retarded, aged between 2-12 years old. The result found that 55 percentage mothers experienced stress in high category.

 Keywords: Level of Stress, Mental Retardation

Full Text Here : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 6 No.2              JULI-DES 2017               ISSN : 2089-8592

 UPAYA PENANGGULANGAN KEMISKINAN MELALUI PROGRAM BERAS MISKIN (STUDI KASUS KENAGARIAN TANJUNG BETUNG)

 Siti Zulfah Lubis

NIP. 196004161986122001

Dosen Fisip UISU Program Studi Ilmu administrasi Negara

 ABSTRAK

Raskin adalah Program Pemerintah untuk membantu masyarakat yang miskin dan rawan pangan agar mereka mendapat beras yang murah untuk kebutuhan rumah tangganya. Namun pada saat upaya tersebut di jalankan, tidak dapat berjalan seperti apa yang di harapkan, dikarenakan ada beberapa factor ekonomi masyarakat miskin di kenagarian Tanjung Betung,  Kecamatan Ratu Selatan ini masih rendah. Sistem kolektif yang belum maksimal, Pembentukan tim yang belum berkompeten belum bekerja sesuai harapan, biaya operasional raskin belum maksimal, masih di temukannya beras dengan berkualitas rendah. Sumber daya aparatur masih rendah, lemah dalam melaksanakan fungsi control terhadap pelaksanaan program raskin di wilayahnya. Beras Kenagarian Tanjung Betung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi program raskin di kenagarian tanjung betung pada tahun 2016. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah upaya penanggulangan Kemiskinan Melalui Program Beras Miskin di Kelurahan Tanjung Betung Kecamatan Rao Selatan. Tujuan penelitian Adalah memperjelas dan menghindari terjadinya kesimpangsiuran. Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah: bagaimana upaya penanggulangan Kemiskinan Melalui Program Beras Miskin di kelurahan Tanjung Betung Kecamatan Rao Selatan Kabupaten Pasaman.jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Yang menjadi populasi dalam penelitian ini ialah masyarakat miskin yang terdaftar untuk mendapatkan raskin yang berjumlah 640 KK (Kepala Keluarga, jika populasi lebih dari 100 orang maka sampel yang di ambil sebesar 10-15% atau lebih. Maka teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah mengambil 10% dari populasi yang berjumlah 640 KK, jadi sampelnya sebanyak 39 KK. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah dengan menyebarkan angket (quetioner) kepada responden serta melakukan kepada pihak-pihak terkait. Kesimpulan penelitian ini menunjukan tentang hasil penelitian yang telah dilakukan dalam pelaksanaan penanggulangan kemiskinan melalui program beras miskin di kenagarian tanjung betung dengan hasil nilai rata-rata dalam kategori sangat baik 48 orang responden, sedangkan yang menyatakan baik 16 orang responden. dalam program penanggulungan kemiskinan melalui beras miskin pengawasan sangat perlu di tingkatkan, agar mencapai tujuan yang maksimal

Kata Kunci : Kemiskinan, Beras Miskin

Full Text Here : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 6 No.2              JULI-DES 2017               ISSN : 2089-8592

 PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PERANGKAP NYAMUK GULA MERAH RAGI DENGAN EKSTRAK CABAI MERAH 

DALAM PENGENDALIAN NYAMUK AEDES AEGYPTI DI KELURAHAN PB. SELAYANG II

KECAMATAN MEDAN SELAYANG

TAHUN 2017

Henny Arwina Bangun

Dosen STIKES Sumatera Utara

Henny_wina@yahoo.co.id

ABSTRAK

Nyamuk aedes aegypti merupakan vector penularan demam berdarah dengue. Sampai saat ini belum ada cara yang efektif untuk mengatasi penyakit DBD karena belum ditemukan obat anti virus dengue. Penanggulangan penyakit DBD saat ini yaitu dengan menurunkan kepadatan populasi nyamuk aedesa egypti salah satunya dengan alat penjebak  nyamuk (trapping) dengan media atraktan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen, penelitian yang berusaha mencari perbedaan variabel tertentu terhadap variabel lain dalam kondisi yang terkontrol. Penelitian ini memanfaatkan CO2 sebagai atraktan untuk nyamuk. Produksi etanol dan CO2 dapat dihasilkan dari fermentasi gula anaerob proccess (tanpa O2) oleh kegiatan khamir saccharomyces cerevisiae, air rendaman ekstrak cabai merah mengandung ammonia 0,86 mg/l, CO2 total 12,4 mg/l, asam laktat 13,2 mg/l, octenol 0,7 mg/l dan asam lemak 22,8 mg/l. Efektivitas perangkap gula merah dan  ragi dalam menangkap nyamuk sebanyak 26 ekor dan ekstrak cabai merah sebanyak 13 ekor. Nyamuk yang terperangkap diamati selama 14 hari dengan kontrol waktu jam 10 pagi sampai jam 5 sore. Perangkap gula merah dan ragi lebih efektif dibandingkan dengan ekstrak cabai merah dalam menangkap nyamuk aedes aegypti.

Kata Kunci : Atraktan, Trapping, Aedes Aegypti

Full Text Here : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 6 No.2             JULI-DES 2017               ISSN : 2089-8592

 PENGARUH SUHU DAN LAMA EKSTRAKSI TERHADAP MUTU PEKTIN KULIT PISANG KEPOK

 Mhd. Nuh

Dosen Fakultas Pertanian UISU, Program Studi Teknologi Hasil Pertanian

 ABSTRAK

Tanaman pisang merupakan tumbuhan asli Asia Tenggara, bahkan beberapa literatur memastikan bahwa tanaman pisang tersebut berasal dari Indonesia. Tanaman pisang ini tersebar hampir di seluruh pelosok kepulauan nusantara, sehingga menempati luas pertanaman dan produksi yang tertinggi komoditas buah-buahan di Indonesia. Pektin secara umum terdapat di dalam dinding sel primer tanaman, khususnya disela-sela antara selulosa dan hemiselulosa. Senyawa-senyawa pektin berfungsi sebagai bahan perekat antara dinding sel yang satu dengan yang lain. Pektin kulit buah pisang merupakan salah produk kulit buah pisang yang belum dikenal di masyarakat Indonesia. Pektin mempunyai kemampuan membentuk gel dengan mencampurkannya pada gula dan asam pada kondisi yang sesuai. Pektin secara luas digunakan dalam pengolahan makanan khususnya untuk mengubah buah-buahan yg memiliki nilai yang rendah menjadi produk-produk berkualitas baik seperti selai, jelly,  dan permen. Pektin juga  memiliki banyak aplikasi dalam produk makanan dan obat-obatan sebagai agen pembentuk gel dan agen penstabil. Metode Penelitian : Model  rancangan  yang digunakan  pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL)  faktorial, yang  terdiri  atas  dua faktor  utama yaitu : Faktor  I : Suhu ekstraksi  (S) yang  terdiri atas 4 taraf : S1  =  70 0C, S2  =  80 0C, S3  =  90 0C, S4  =  100 0C. Faktor  II : Lama ekstraksi  (E) yang  terdiri atas 4 taraf : E1  =  1,5 jam, E2  =  2,0 jam, E3  =  2,5 jam, E4  =  3,0 jam, dengan ulangan penelitian dilakukan 2  ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  Rendemen terbaik 31,71% (1000C) dan 30,21% (3 jam).  Kadar air terbaik 10,79% (700C) dan 10,30% (3 jam).  Kadar abu terbaik 4,52% (1000C) dan 4,70% (3 jam).  kadar metoksil terbaik 5,41% (900C) dan 5,38% (3 jam),  Jelly grade terbaik 297,55 (900C) dan 297,90 (3 jam).

Kata Kunci : Pektin, suhu, ekstraksi,kulit pisang, rendemen, metoksil

Full Text Here : PDF

 

WAHANA INOVASI      VOLUME 6 No.2        JULI-DES 2017           ISSN : 2089-8592

 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI DI RUMAH SAKIT UMUM H. ABDUL MANAN SIMATUPANG TAHUN 2016

Fifi Ria Ningsih Safari

Dosen Akbid Ibtisam Aulia

 ABSTRAK

Ketuban pecah dini (KPD) merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang paling sering ditemui. Insiden ketuban pecah dini adalah 2,7%-17%, bergantung pada lama periode fase laten yang digunakan untuk menegakkan diagnosis KPD. Faktor-faktor yang diduga berhubungan dengan ketuban pecah dini yaitu umur, paritas, riwayat kehamilan sebelumnya, trauma, dan jarak kehamilan. Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Lokasi penelitian di Rumah Sakit Umum H. Abdul Manan Simatupang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2016. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 96 orang, seluruhnya dijadikan sampel. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ketuban pecah dini yaitu umur (p=0,000), paritas (p=0,000) riwayat kehamilan sebelumnya (p=0,000), trauma (p=0,000) dan jarak kehamilan (p=0,000). Kesimpulan penelitian ini bahwa umur, paritas, riwayat kehamilan sebelumnya, trauma, jarak kehamilan berhubungan signifikan dengan kejadian ketuban pecah dini. Disarankan kepada ibu hamil/ibu bersalin bertanya kepada tenaga kesehatan tentang penyebab terjadinya  ketuban pecah dini dan cara melakukan pencegahannya sehingga ibu dapat menghindari hal-hal yang berisiko terhadap kejadian ketuban pecah dini.

 Kata Kunci: Ketuban Pecah Dini

Full Text Here : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 6 No.2              JULI-DES 2017               ISSN : 2089-8592

PENGARUH KOMBINASI PUPUK NPK DAN URINE KAMBING TERHADAP TANAMAN TERUNG (Solanum melongena. L) PADA FASE PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN DI POLYBAG

Arif Anwar*, Rahmi Dwi Handayani Rambe* dan Mukhlis Bahar**

Dosen Program studi Agroteknologi dan Alumni FP UISU

 ABSTRAK

Penelitian ini dilakukan dikebun Terung Namurambe, Desa Namu mbelin, Kecamatan Namurambe, Provinsi Sumatera Utara dengan ktinggian tempat ± 18 meter diatas permukaan laut dengan tapografi datar. Tujuannya untuk mengetahui pengaruh kombinasi dari pupuk NPK dan organik terhadap tanaman terung (Solanum melongena L.), pada fase pertumbuhan dan hasil tanaman di polybagRancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Petak terpisah faktorial yang terdiri dari dua faktor. yaitufaktor  pertama  yaitu pupuk NPK  (K) terdiri dari 4 taraf  yaitu : Ko = (kontrol),  K1 = (0,5 g/polibek), K2 = (0,75 g/polibek)  dan K3 (1 g/polibek).  Faktor kedua yaitu pupuk organik yang terdiri dari 3taraf yaitu : P1 = (0,35 g/polibek), P2 = (0,5 g/polibek) dan P3=(0,65 g/polibek). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik berpengaruh nyata terhadap berat buah persampel, berat total buah pertanaman sampel dan berat produksi total perplot, tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah cabang, umur berbunga, luas kanopi jumlah buah persampel, jumlah buah perplot,  dan berat buah perplot. Perlakuan pemberian pupuk organik tertinggi diperoleh pada perlakuan P3 (0,65 cc/polibek). Pemberian pupuk anorganik berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan berat produksi total, tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap berat buah persampel, jumlah cabang, umur berbunga, luas kanopi jumlah buah dan berat buah perplot. Perlakuan pemberian pupuk anorganik tertinggi  diperoleh pada perlakuan K3 (1 g/polibek). Pengaruh interaksi perlakuan berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman,  luas kanopi, berat total tanaman persampel dan berat produksi total perplot, tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah cabang, jumlah buah berat buah persampel dan berat buah perplot.

Kata Kunci : Pupuk urine kambing, NPK dan Terung

Full Text Here : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 6 No.2              JULI-DES 2017               ISSN : 2089-8592

ANALISIS EFISIENSI TATANIAGA TANDAN BUAH SEGAR (TBS) KELAPA SAWIT

 (Study Kasus : Petani Perkebunan Inti Rakyat Desa Meranti Paham Kecamatan Panai Hulu, Kabupaten Labuhan Batu)

 Gustami Harahap*, Abdul Rahman*, Erwin Pane*, Muhammad Romadon**

*Staf Pengajar Universitas Medan Area

**Mahasiswa Universitas Medan Area

 ABSTRAK

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis saluran tataniaga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di daerah penelitian, menganalisis biaya tataniaga yang di terima oleh masing-masing saluran tataniaga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit dan efisiensi tataniaga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di daerah penelitian. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Meranti Paham, Kecamatan Panai Hulu, Kabupaten Labuhan Batu yang dilakukan secara purpossive dengan pertimbangan bahwa Desa Meranti Paham, Kecamatan Panai Hulu, Kabupaten Labuhan Batu adalah Desa yang matapencahariannya sebagai Petani kelapa sawit. Sampel dilakukan secara Stratified Random Sampling (acak) dengan menggunakan metode Slovin yaitu dengan tingkat kesalahan 15 % dengan jumlah sampel sebanyak 50 sampel. Hasil penelitian di Desa Meranti Paham ini menunjukkan terdapat 2 saluran pemasaran untuk TBS kelapa sawit. Dimana biaya tataniaga tandan buah segar (TBS) saluran tataniaga I lebih tinggi dibandingkan dengan saluran tataniaga tandan buah segar (TBS) saluran II yaitu disebabkan karena saluran tataniaga I lebih panjang dibandingkan saluran tataniaga II dan nilai efisiensi saluran saluran I lebih besar yaitu sebesar 14,85% sedangkan nilai efisiensi saluran II lebih kecil atau sebesar 7,63%. Artinya semakin kecil nilai efisiensi tataniaga tersebut maka semakin efisien tataniaga tersebut. Sehingga saluran tataniaga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit saluran II lebih efisien di samping itu juga bahwa biaya tataniaga saluran II lebih kecil dan saiuran tataniaganya lebih pendek.

Kata Kunci : Biaya Tataniaga, Saluran Tataniaga, Margin, Efisiensi Tataniaga

Full Text Here : PDF

WAHANA INOVASI       VOLUME 6 No.2              JULI-DES 2017               ISSN : 2089-8592

PELAYANAN PENYEHAT TRADISIONAL DAN TANGGAPAN PASIEN DIKABUPATEN KARO

Sri Agustina Sembiring*, R. Hamdani Harahap**, Amri Amir**

*Mahasiswa Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan USU

**Dosen Fakultas Teknik Lingkungan USU

ABSTRAK

Pengetahuan lokal dikembangkan berdasarkan pengalaman, telah diuji penggunaanya selama berabad-abad dan telah diadaptasikan dengan budaya dan lingkungan setempat. Berkaitan dengan pemanfaatan obat tradisional, pengetahuan tersebut telah melalui tahapan yang panjang dan telah teruji secara turun temurun oleh masyarakat seperti halnya di Kabupaten Karo, Masyarakat Karo sejak dulu telah mengenal obat-obatan tradisional yang beragam. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Karo mengenal beberapa jenis penyakit dan juga cara-cara mengobatinya. Pengetahuan ini dikatakan sebagai salah satu kearifan lokal yang masih bertahan hingga saat ini. Penelitian ini merupakan penelitian Kualitatif, penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik Snowball Sampling yaitu mengumpulkan data sedikit demi sedikit namun terus menggelinding seperti bola salju yang pada akhirnya mendapatkan informasi yang cukup banyak, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi. Data dianalisis kemudian disajikan secara naratif dan mengutip hasil wawancara mendalam dengan informan, lalu di persentasekan dan disajikan dalam gambar/grafik. Hasil penelitian menyatakan bahwa dari 101 orang Penyehat Tradisional di 17 kecamatan dalam Kabupaten Karo diambil sampel secara purposive sampling sehingga didapatkan sampel/responden Hattra sebanyak 17 orang dari 7 kecamatan. Bentuk pelayanan kesehatan tradisional di kabupaten Karo adalah keterampilan 67%, ramuan 27%, dan kombinasi (keterampilan dan ramuan)  6%, usia Hattra yang memiliki persentase kecil (20-30 tahun) sebanyak 5,58%, yang terbesar adalah 51 tahun keatas dengan persentase 70%, cara memperoleh keahlian yang terbanyak adalah turun temurun (empiris) sebanyak 71%, pekerjaan selain Hattra yang terbanyak adalah petani (59%) dan tidak memiliki izin/STPT sebanyak 82%.. Tanaman obat yang paling sering digunakan adalah gagatan harimau, lempuyang, lada, bawang putih, bawang merah, bahing, tinggeren keruk bunga, dan jeruk kecil.

Kata Kunci : Hattra, ramuan/keterampilan, tanaman obat, pasien

Full Text Here : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 6 No.2              JULI-DES 2017               ISSN : 2089-8592

PERSEPSI WARGA SEKOLAH DAN INSTANSI TERKAIT TERHADAP SEKOLAH BERWAWASAN LINGKUNGAN TINGKAT SMA NEGERI DI KABUPATEN NIAS BARAT

(Studi Kasus di SMA Negeri 1 Sirombu dan SMA Negeri 2 Mandrehe)

 Eksaudi Bakti Hia*, R. Hamdani Harahap**, Delvian**

*Mahasiswa Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan USU

**Dosen Fakultas Teknik Lingkungan USU

ABSTRAK

 Sekolah yang berwawasan lingkungan tidak hanya dalam arti fisik tetapi juga pola pikir serta kepedulian dan tindakan warga sekolah terhadap lingkungannya. Program sekolah ber-wawasan lingkungan adalah pemahaman dan kesadaran warga sekolah akan lingkungan sehingga apa yang dilakukan disekolah terbawa sampai akhir hayat. Lingkungan  sekolah yang bersih dan sehat juga mencerminkan keberadaan warga sekolah yang ada mulai dari siswa, guru, staf, karyawan, unsur pimpinan sekolah bahkan sampai orang tua siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi warga sekolah terhadap sekolah berwawasan lingkungan dan menganalisis upaya yang telah dilakukan oleh stakeholder Dinas terkait di Nias Barat dalam meng-implementasikan sekolah berwawasan lingkungan. Dengan metodologi deskriptif, penelitian ini dilakukan di SMA yang terdapat di Kabupaten Nias Barat yaitu SMA Negeri 1 Sirombu dan SMA Negeri 2 Mandrehe. Interpretasi dilakukan dengan uji statistikuji bedaMann-Whitney U guna mencari perbedaan persepsi SMA Negeri 1 Sirombu dan SMA Negeri 2 Mandrehe. Dari hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa persepsi warga sekolah antara SMA Negeri 1 Sirombu cenderung lebih baik dibandingkan dengan SMA Negeri 2 Mandrehe terhadap sekolah berwawasan lingkugan dan belum ada upaya/tindakan dari Dinas Pendidikan dan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup terkait dengan sekolah berwawasan lingkungan.

 Kata Kunci :  Persepsi, Sekolah Berwawasan Lingkungan, Sekolah Adiwiyata, Pendidikan Lingkungan Hidup

 Full Text Here : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 6 No.2              JULI-DES 2017               ISSN : 2089-8592

KARAKTERISTIK BAHAN STEEL 304

TERHADAP KEKUATAN IMPAK BENDA JATUH BEBAS

Din Aswan Amran Ritonga*, M. Idris**

*,** Jurusan Teknik Mesin Sekolah Tinggi Teknik Harapan Medan 2016

E-mail : dinaswan@yahoo.com

ABSTRAK

Kebutuhan akan material terutama logam sangatlah penting. Besi dan baja merupakan salah satu kebutuhan yang mendasar untuk suatu kontruksi. Untuk penggunaan sebagai bahan, sifat-sifat khas dari material logam harus diketahui sebab logam tersebut akan digunakan untuk berbagai macam keperluan dan keadaan. Stainless steel (baja tahan karat) adalah jenis baja yang tahan terhadap pengaruh oksidasi, merupakan logam paduan dari beberapa unsur  logam yang  dipadukan dengan komposisi tertentu. Stainless steel mengandung  13%  unsur chromium untuk mencegah proses korosi. Komposisi ini membentuk protective layer (lapisan pelindung) yang merupakan hasil oksidasi oksigen terhadap krom yang terjadi secara spontan. Pengujian Impak jatuh bebas bertujuan untuk mengetahui ketangguhan logam besi ataupun logam bukan besi akibat pembebanan kejut pada beberapa macam kondisi tetap. Penelitian ini bertujuan mengetahui nilai kekuatan impak, serta mengetahui nilai energi  yang  diserap  material  stainless  steel  304  dengan pembebanan  dan  tinggi  yang  bervariasi  akibat pembebanan kejut sesuai dengan ASTM E 23. Pada pengujian ini stainless steel 304 diberi beban kejut dengan variasi beban 4 dan 6 kg dengan ketinggian 2, 3 dan 4 meter. Hasil pengujian impak jatuh bebas menunjukkan nilai kekuatan impak stainless steel 304 dengan ketinggian 2 m diperoleh 401767,21 N/m2, ketinggian 3 m diperoleh 464881,96 N/m2, dan ketinggian 4 m diperoleh 498156,55 N/m2. Nilai energi yang diserap stainless steel 304 dengan ketinggian 2 m diperoleh 4901,56 N, ketinggian 3 m diperoleh 5671,56 N, dan ketinggian 4 m diperoleh 6077,51 N.

Kata Kunci : Stainless Steel 304, Uji Impak Jatuh Bebas

Full Text Here : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 6 No.2              JULI-DES 2017               ISSN : 2089-8592

PENGARUH HARGA PROMOSI PEMASANGAN INTERNET PT. TELKOM INDONESIA, TBK DALAM UPAYA MENINGKATKAN MINAT KONSUMEN DI KECAMATAN PADANGSIDIMPUAN SELATAN KOTA PADANGSIDIMPUAN

 

 Sulhana Lely Lubis

Dosen Dpk FE Universitas Graha Nusantara

ABSTRACT

 Based on the title above, the processing of data in this study using simple linear regression analysis and then testing the hypothesis by using t-test and testing Coefficient of Determination. For hypothesis testing using t-test with a value of α = 0.050. So from the research results obtained by value t = 2,289 andt table = 2.02439 so t count> t table. It is thus Ho is accepted. Based on the results of this study concluded that there are significant price promotions internet installation PT. Telkom Indonesia, Tbk in an effort to increase consumer interest in excl. Padangsidimpuan Padangsidimpuan city. Variables can affect variables Promotion Price Consumer Interests 0:56% while the remaining 99.44% can be explained by variables – other variables not examined by the study.

Keywords:   Price Promotion and Consumer Interests

Full Text Here : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 6 No.2              JULI-DES 2017               ISSN : 2089-8592

PENGARUH PENGETAHUAN PRODUK DAN KEPUASAN TERHADAP KEPUTUSAN KONSUMEN PADA ISI ULANG AIR MINUM DEPOT BENING WATER DUSUN LUBUK PANJANG

Elvina

Dosen STIE Labuhan Batu, Rantau Prapat

ABSTRAK

Sehubungan peranan air dalam kehidupan banyak orang maka tak diherankan bila banyak kelompok-kelompok usaha ataupun perorangan menjadikan air minum sebagai suatu usaha dalam menghasilkan uang. Bersamaan dengan dinamika tersebutlah banyak berdiri usaha-usaha yang memanfaatkan kebutuhan manusia sebagai objeknya, salah satu diantaranya adalah pengelolaan air minum isi ulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan produk secara parsial terhadap keputusan konsumen. Untuk mengetahui pengaruh pengetahuan produk dan kepuasan secara serempak terhadap keputusan konsumen. Jumlah populasi dalam penelitian ini merupakan konsumen Depot Bening Water yang menjadi member selama 3 bulan Maret, April dan Mei tahun 2017 berjumlah 0 pelanggan. Sedangkan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh. Jenis data dalam penelitian ini sebagai berikut data kuantitatif dan data primer. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda dengan software SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial pengetahuan produk paling dominan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan konsumen. Secara parsial kepuasan tidak berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap keputusan konsumen dan secara simultan variabel independen pengetahuan produk dan kepuasan) memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap variabel dependen keputusan konsumen).

Kata Kunci :  Pengetahuan Produk, Kepuasan, Keputusan Konsumen

Full Text Here : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 6 No.2              JULI-DES 2017               ISSN : 2089-8592

 PENGARUH  MUTASI, REWARD DAN  PROMOSI  JABATAN TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN PT. PERKEBUNAN NUSANTARA III KEBUN AEK NABARA UTARA AFDELING IV

Siti Lam’ah Nasution

Dosen STIE Labuhan Batu, Rantau Prapat

 ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana pengaruh mutasi (X1), reward (X2) dan promosi jabatan (X3) terhadap prestasi kerja (Y) karyawan PT. Perkebunan Nusantara III, Kebun Aek Nabara Utara Afdeling IV serta untuk mengetahui variabel mana yang paling berpengaruh terhadap prestasi kerja karyawan Kebun Aek Nabara Utara Afdeling IV. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa dari hasil analisis regresi tampak bahwa mutasi (X1), reward (X2) dan promosi jabatan (X3) mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap prestasi kerja (Y) karyawan Kebun Aek Nabara Utara Afdeling IV adalah variabel promosi jabatan (X3). Hal ini dikarenakan variabel promosi jabatan (X3), mempunyai nilai koefisien regresi terbesar serta memiliki nilai signifikan terkecil dari variabel mutasi (X1) dan reward (X2).

 Kata Kunci :  Mutasi (X1), Reward (X2), Promosi Jabatan (X3), Prestasi Kerja (Y)

Full Text Here : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 6 No.2              JULI-DES 2017               ISSN : 2089-8592

 PENGARUH ASPEK SOSIAL EKONOMI DENGAN TINGKAT ADOPSI PETANI TERHADAP TEKNOLOGI BUDIDAYA KEDELAI (Glycine  max L)

 Nursaimatussaddiya

Dosen Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian Universitas Al Washliyah

Jl. SM Raja No. 10 Km 5,5 Medan

ABSTRAK

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis Pengaruh Aspek sosial, ekonomi dan teknologi Budidaya Kedelai (Glycine Max L) yang mempengaruhi produktivitas kacang kedelai di daerah penelitian serta menentukan bagaimana penganih beberapa Aspek sosial ekonomi pertanian terhadap produktivitas kacang kedelai di daerah penelitian. Daerah penelitian dilakukan secara purposive (sengaja) dengan pertimbangan waktu dan kemampuan serta jangkauan peneliti. Metode penentuan sampel dilakukan dengan Proportional Stratified Random Sampling yaitu pemilihan sampel secara acak berstrata dari keseluruhan populasi yang ada dimana setiap strata diwakili oleh sampel yang jumlahnya ditetapkan secara proporsional berdasarkan luas lahan. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis regresi linier berganda. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa: Secara serempak faktor sosial yang mem-pengaruhi produktivitas kacang kedelai di daerah penelitian yaitu tingkat kosmopolitan dengan nilai koefisien determinasi (R square) sebesar 0.619. Secara serempak faktor ekonomi yang mempengaruhi produktivitas kacang kedelai di daerah penelitian yaitu luas lahan dan pendapatan dengan nilai koefisien determinasi (R square) sebesar 0.849. Secara serempak faktor teknologi yang mempengaruhi produktivitas kacang kedelai di daerah penelitian yaitu varietas bibit unggul dengan nilai koefisien determinasi (R square) sebesar 0.143. Secara serempak faktor sosial ekonomi dan teknologi yang mempengaruhi produktivitas kacang kedelai di daerah penelitian yaitu pengalaman, tingkat kosmopolitan, luas lahan dan pendapatan berpengaruh nyata terhadap produktivitas dengan nilai koefisien determinasi (R square) sebesar 0.908%

Kata Kunci : Aspek Sosial Ekonomi, Tingkat Adopsi, Teknologi Budidaya

Full Text Here : PDF

 

WAHANA INOVASI           VOLUME 6 No.2             JULI-DES 2017            ISSN : 2089-8592

ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN INDEKS PRESTASI (IP) BELAJAR MAHASISWA DI AKADEMI KHOLISATUR RAHMI BINJAI KISARAN TAHUN 2017

Donna Budiyanthy

Dosen Akbid Ibtisam Aulia Kisaran

 ABSTRACT

The learning achievement index is the mastery of knowledge of skills developed by subjects typically addressed by a test or a numerical score. The decline in the student achievement becomes a problem that must be overcome, because it can affect students in job search. This study aims to analyze the factors associated with student achievement of Midwifery Academy KHOLISATUR  RAHMI BINJAI 2017, and the type of this study is survey writing that use descrptive analytics with cross sectional design. The population of this study all Midwifery Academy students of KHOLISATUR  RAHMI at Level II and III level as many as 81 people and whole  population  used as sample of this study (total sampling). This study fund thar is significant relationship between the learning enviroment, the attentionof the parents, the independence of learning, academy guidance with the student a achievement. While the analysis of factors that associated with the achievement index of student leraning based on multiple regression logistic test showed that the most dominant variable is the student learning enviroment on thevalue of regression coefficient exp (B) 5,532 times give affect toward to index of learning achievement. For Midwifery Academy KHOISATURAH RAHMI Binjain in order to improve accuracy in identifying problems that arise in the framework of management and implementation of the program improvement of student achievement.

Keywords: Achievement Index, Student Learning

Full Text Here : PDF

 

WAHANA INOVASI           VOLUME 6 No.2             JULI-DES 2017            ISSN : 2089-8592

MANAJEMEN KOMUNIKASI QISMU LUGHOH DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BAHASA ARAB DAN INGGRIS SANTRI/SANTRIWATI DI PESANTREN AL-HUSNA

Nur Asyiah Siregar

NIDN : 0125036906

Dosen Fakultas Teknik UNIVA Medan

 ABSTRAK

Dalam lembaga pendidikan pesantren tersebut para santrinya di tuntut untuk mampu berbahasa, baik arab maupun inggris sebagi bahasa pengantar dalam kesehariannya sebagai pengantar dalam berkomunikasi yang bertujuan untuk mempersiapkan diri mereka dalam menghadapi kemajuan pendidikan diera global. Penelitian  dilakukan di Pondok Pesantren Al-Husna yang berlokasi di jalan pelajar dusun 10 pasar III Marindal 1 Patumbak Deliserdang. penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif yang merupakan penelitian lapangan (field research) yang mencari sumber data di lapangan secara bertahap peneliti harus berusaha memahami fenomena sosial dengan membedakan, menbandingkan, meniru, dan mengelompokkan objek studi yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Pondok pesantren Al-Husna adalah Pondok Pesantren yang memadukan pelajaran Umum, Agama dan Pembelajaran Kitab Klasik itulah mengapa Pondok Pesantren Al-Husna di namakan dengan Pondok Pesantren Plus TMI Al-Husna yang memadukan antara Pendidikan Agama, Umum dan Kitab Klasik. 2) Pondok Pesantren Al-Husna mengajarkan santrinya untuk bertanggung jawab kepada diri sendiri dan orang lain oleh sebab itu lah di pondok pesantren ini memiliki organisasi santri yang di namakan OPPA yang bertugas untuk menjalankan roda kedisiplinan terutama di siplin kebahasaan baik itu bahasa arab dan bahasa inggris. Sebab bagi pondok pesantren bahasa itu adalah mahkota bagi santrinya selain akhlak dan ilmu pengetahuan karana bahasa adalah pengantar komunikasi bagi setiap orang. 3) Pondok Pesantren Al-Husna aktifitas dalam kebahasaan cukup berjalan dengan baik dan di atur dengan sangat baik hanya saja kepekaan dari pengurus OPPA kurang maksimal dan kesadaran santri yang belum timbul, Untuk mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

 Kata Kunci : Manajemen Komunikasi Qismu Lughoh, Kemampuan Bahasa Arab dan Inggris

Full TExt Here : PDF

WAHANA INOVASI          VOLUME 6 No.2            JULI-DES 2017              ISSN : 2089-8592

 FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN BIDAN MELAKSANAKAN  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) ASUHAN PERSALINAN NORMAL (APN) DI KLINIK BERSALIN KABUPATEN ASAHAN TAHUN 2017

 Juliana

Dosen Akbid Ibtisam Aulia Kisaran

ABSTRACT

The hight carry forward ofmaterna is 1214 peoples, the number of neonatal who are carrying forward was 125 persons, number of PEB in carrying forward cases as many as 106, number of cases of neonatal sepsis were 24, the number of Neonatal Immortality 0-28 days as many as 68 people. The reference data showed there were many mothers who have complications of labor because of bleeding and prolonged labor and spent long time in giving birth and mother in post partum mothers had an infection. It was strongly associated with the ability of midwives to overcome knowledge, having attitude and motivation and skill in the implementation of APN. This study aimed to determine the identify factors associated with adherence midwife about the operational standards implementation (SOP) normal delivery care (APN), with the kind of analytic survey research. The population in this study were all midwives number of 66 peoples. The sampling technique usedwas proportional stratified random sampled. Data were collected by interview with a questionnaire. Data analysis was performed used bivariate with Chi-Square test at the level of 95%, α = 5%. Results of the analysis showed that the knowledge in good category (53.0%), the attitude in positive category (66.7%), motivation in positive category (71.2%), compliance midwife about the standard of Procedure (SOP) of delivery care normal in non-compliance category (83.3%). There was a relationship between knowledge (p = 0.004 <α = 0.05), attitude (p = 0.014 <α = 0.05) with a midwife compliance of standard of procedure in implementation (SOP) of normal delivery care. There was no relationship between motivation (p = 0.153 <α = 0.05) with a midwife compliance of standard of procedure in implementation (SOP) of normal delivery care. For The Head of Health Department of Asahan Distric to conduct supervision, monitoring and evaluation in order to better known the midwife problem and helping to solve midwife problems, while also in coaching the relation for improving the performance of midwife.

Keywords:   Operational Standards of Procedure, Midwife Compliance, Normal Delivery Care

Full Text Here : PDF

 

WAHANA INOVASI           VOLUME 6 No.2             JULI-DES 2017            ISSN : 2089-8592

PENGARUH KOMPETENSI BIDAN TERHADAP  PELAKSANAAN ASUHAN SAYANG IBU DALAM PROSES PERSALINAN DI BIDAN PRAKTEK SWASTA (BPS) KOTA TEBING TINGGI TAHUN 2017

 Eliza Bestari Sinaga

Dosen Akbid Ibtisam Aulia Kisaran

ABSTRACT

Asuhan sayang ibu (dear mother care) is a movement that is implemented in an effort to help a government program to improve the quality of life of women through various activities that have an impact on the efforts to reduce maternal mortality rate (MMR) due to pregnancy, childbirth and postpartum.The data obtained showed that only 40% of the midwives who are active in organizations have already conducted competency test. It is concluded that the few midwives who have passed the competency test will bring an impact to the services at the time of delivery and affect the effort of maternal mortality rate reduction in the city of Tebing Tinggi. The purpose of this study was to find out the influence of midwife’s competency on the implementation of “asuhan sayang ibu” program in normal delivery care at private midwife practice in the city of Tebing Tinggi. The population of this observational study with cross-sectional design was all of the 60 private midwives who have attended the normal delivery care training practicing in the city of Tebing Tinggi. The samples were 52 midwives conducting delivery assistance from May to June  selected through accidental sampling method. The data were analyzed through univariate, bivariate and multivariate analysis using multiple logistic regression tests The result of this study showed that 44.2% of the implementation of “asuhan sayang ibu” was appropriately conducted in accordance with standards. Years of service (p = 0.036), attitudes (p = 0.044) and skills (p = 0.009) had influence on the implementation of “asuhan sayang ibu”. The most dominantly influencing  variable was skill. Unskilled midwife had an 6.9 times greater opportunity to implement the non-implemented compared to the skilled midwife. The privately practicing midwives, especially those who have attended the normal delivery care training, are suggested to be skilled in implementing the “asuhan sayang ibu” and to change the attitude of the midwives in order not to be in a hurry when conducting delivery assistance the the 18 steps can be implemented well. The management of Tebing Tinggi Municipal Health Service should reward the private midwives in order to motivate them in implementing”asuhan sayang ibu” movement.

Keywords: Competency of Midwife, Implementation of ”Asuhan Sayang Ibu”

Full Text Here : PDF

 

WAHANA INOVASI           VOLUME 6 No.2             JULI-DES 2017            ISSN : 2089-8592

 ANALISIS USAHATANI SEMANGKA (Citrullus lantusBIJI DAN SEMANGKA NON BIJI TERHADAP

PENDAPATAN PETANI (Studi Kasus : Di Desa Sukajadi Kecamatan

Perbaungan Kabupaten Serdang Berdagai) 

Fuad Balatif

Dosen Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian Universitas Al Washliyah

Jl. SM Raja No. 10 Km 5,5 Medan

ABSTRAK

Tanaman Semangka termasuk salah satu jenis tanaman buah-buahan semusim yang mempunyai arti penting bagi perkembangan social ekonomi rumah tangga maupun negara. Pengembangan budidaya komoditas ini mempunyai prospek cerah karena dapat mendukung upaya peningkatan pendapatan petani, pengentasan kemiskinan, perbaikan gizi masyarakat, perluasan kesempatan kerja, pengurangan impor dan peningkatan ekspor non migas. Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Untuk mengetahui pendapatan usahatani tanaman semangka biji dan non biji di lahan di Desa Sukajadi Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai. 2. Untuk mengetahui perbandingan usahatani tanaman semangka biji dan  semangka non biji di Desa Sukajadi Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai. 3. Untuk  mengetahui  kelayakan usahatani semangka biji dan non biji di Desa Sukajadi Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai. Penelitian lapangan dilaksanakan di Desa Sukajadi Kecamatan Perbaungan Kabupaten  Serdang Bedagai Propinsi Sumatera Utara pada bulan Juli sampai September 2015. Desa Sukajadi dipilih sebagai lokasi penelitian dengan pertimbangan bahwa Desa Sukajadi dulunya merupakan bagian dari yang merupakan bagian dari penghasil buah semangka biji dan non biji bagi Kabupaten Serdang Bedagai. Penelitian ini merupakan penelitian dua tahap. Tahap pertama yaitu dalam pencarian data sekunder serta literatur dan tahap kedua yaitu pengambilan data primer melalui proses turun lapang, pengolahan dan analisis data perbandingan. Unit-unit contoh dalam penelitian ini adalah petani semangka. Pemilihan petani responden dilakukan dengan sengaja (purposive) dengan menggunakan sistem sampel stratifikasi sederhana (stratified sampling). Populasi petani dibagi menjadi 2 populasi, yaitu berdasarkan sistem petani semangka biji dan non biji. Kemudian dari masing-masing populasi tersebut diambil masing-masing 15 responden, sehingga total responden sebanyak 30 orang. Berdasarkan  hasil penelitian dan pembahasan maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut: 1.  Ada perbedaan faktor produksi (Sewa Lahan, Biaya Tenaga Kerja, Biaya Benih, Biaya Pupuk dan Biaya Pestisida) terhadap pendapatan petani semangka biji dan semangka non biji. 2. Tingkat keuntungan untuk petani semangka biji rata-rata Rp. 31.267.616.67,-/musim, sedangkan tingkat keuntungan semangka non biji rata-rata Rp. 46,662,742,-/musim. 3.  Dari Hasil didaerah penelitian semangka biji layak untuk diusahakan dengan perhitungan R/C > 1 = (3.23) sedangkan semangka non biji layak untuk diusahakan oleh petani dengan perhitungan  R/C > 1 = (4.86).

Kata Kunci : Usahatani Semangka Biji dan Non Biji, Pendapatan

Full Text Here : PDF

 

WAHANA INOVASI           VOLUME 6 No.2             JULI-DES 2017            ISSN : 2089-8592

POLA KUMAN PADA URIN PENDERITA YANG MENGGUNAKAN KATETER URETRA DI RUANG PERAWATAN INTENSIF

 Hardy Hasibuan

Fakultas Kedokteran UISU Medan

Jl. STM No. 44 Medan

ABSTRAK

Pada beberapa studi terdapat perbedaan pola kuman ISK yang terjadi akibat penggunaan kateter uretra dari suatu periode ke periode, dari suatu rumah sakit dengan rumah sakit dan berbeda pada suatu lokasi di rumah sakit. Hal ini berkaitan dengan resistensi obat-obat antibiotika sehingga berbeda pula antibiotika yang harus disediakan Mengetahui angka kejadian ISK akibat pemakaian kateter uretra pada penderita di ruang perawatan intensif serta mengetahui pola kumannya. Penelitian cross sectional dilakukan pada 40 subjek penelitian pada kelompok diruang perawatan intensif RSHAM Medan selama kurun waktu Maret 2007 sampai Juni 2007. Dilakukan pemeriksaan kultur urin subjek penelitian dilaboratorium mikrobiologi FK USU pada hari pertama dan ke empat paska pemakaian kateter uretra. Data dianalisa secara statistik dengan Chi-square. Dijumpai 6 (15 %) subjek penelitian pada kelompok ruang perawatan intensif yang mengalami ISK, tetapi berdasarkan analisa statistik tidak dijumpai perbedaan bermakna (p > 0.05). Diperlihatkan 3 spesies kuman pada kelompok ruang perawatan intensif. Penyebab ISK terbanyak adalah oleh Staphylococcus epidermidis (35.2%) diikuti oleh Staphylococcus aureus (23.5%) dan Escherechia coli (17.7 %). Hal ini berbeda dari beberapa penelitian lainnya dimana penyebab ISK terbanyak adalah oleh kuman Escherechia coli. Meskipun Staphylococcus epidermidis pada beberapa penelitian dalam persentase kecil, namun oleh Lin Su (2006) disebutkan bahwa kemampuan Staphylococcus epidermidis  membentuk formasi biofilm telah menjadi penyebab penting infeksi nosokomial pada tahun-tahun terakhir ini. Faktor lain kemungkinan oleh kontaminasi ataupun manipulasi pada sistem penampungan urin. Perlu dilakukan evaluasi pola kuman pada penderita yang menggunakan kateter uretra agar memberikan informasi kecenderungan perubahan ataupun pergeseran pola kuman sehingga penyediaan antibiotika sesuai dengan pola kuman tersebut yang pada gilirannya dapat menurunkan angka morbiditas, mortalitas, lama rawat dan biaya perawatan.

Kata kunci : ISK, kateter uretra, ruang perawatan intensif

Full Text Here : PDF

Link Jurnal Digital UISU :
nav-left nav-left nav-left tijarah julisa Jurnal sosial ekonomi Nur edukasi Tausiah