nav-left cat-right
cat-right

Jurnal LPPM “Wahana Inovasi” Volume 6 Nomor 2 Edisi Juli – Desember 2017, ISSN : 2089 – 8592

Jurnal LPPM “Wahana Inovasi” Volume 6 Nomor 2 Edisi Juli – Desember 2017, ISSN : 2089 – 8592

WAHANA INOVASI       VOLUME 6 No.2              JULI-DES 2017               ISSN : 2089-8592

ANALISIS RANCANGAN STRATEGI PEMASARAN MOBIL STUDI KASUS (HONDA : PT. ISTANA DELI KENCANA)

Anita Christine Sembiring

Dosen Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi dan Ilmu Komputer,

Universitas Prima Indonesia

Jln. Sekip Simpang Sikambing, Medan 20111 

ABSTRAK

Pemasaran adalah kegiatan untuk memenuhi kebutuhan pasar dengan barang dan atau jasa, menetapkan harga, mendistribusikan, serta mempromosikannya melalui proses pertukaran agar memuaskan konsumen dan mencapai tujuan perusahaan. Strategi pemasaran adalah salah satu cara memenangkan keunggulan bersaing yang ber-kesinambungan baik itu untuk perusahaan yang mem-produksi barang atau jasa. Strategi pemasaran dapat dipandang sebagai salah satu dasar yang dipakai dalam menyusun perencanaan perusahaan secara menyeluruh. Pelaku pemasaran perlu mengetahui apa saja bahan pertimbangan konsumen dalam keputusan pembelian sebuah produk, pengambilan keputusan oleh konsumen berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh veriabel mix marketing seperti: produk, harga, tempat, promosi, orang, proses, dan bentuk fisik, pengaruhnya baik secara bersama maupun parsial terhadap kepuasan konsumen yang menggunakan produk Honda dikarenakan terjadinya penurunan penjualan produk. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apa yang menjadi pengaruh menurunnya penjualan mobil hondadan mengetahui bagaimana promosi yang dilakukan perusahaan kepada masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah riset pasar dengan melakukan survey pasar dan membagikan kuesioner yang dihitung validitas dan realibitasnya. hasil penelitian ini kita akan mendapatkan data berupa persentase dari hasil kuesioner yang dapat membantu kita untuk mengambil kesimpulan faktor yang paling mempengaruhi konsumen untuk membeli mobil Honda.

Kata Kunci : Strategi Pemasaran, Harga, Tempat, Promosi, Produk

Full Text Here : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 6 No.2              JULI-DES 2017               ISSN : 2089-8592

UJI LIMBAH UDANG DAN EM4 TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia Cristm.) Swingle

Fenty Maimunah Simbolon*, Rahmawati* dan Ahmad Galang Sumantri**

Dosen Program Studi Agroteknologi dan Alumni

Fakultas Pertanian UISU, Medan

ABSTRAK 

Tujuan Penelitian ini adalah Untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh limbah udang dan EM-4 terhadap pertumbuhan bibit jeruk nipis. Penelitian ini telah dilaksanakan di Lahan Percobaan UISU Pertanian yang bertempat di gedung Johor Jln Karyawisata Medan, penelitian ini telah dimulai dari bulan  Januari sampai bulan Mei 2016. Metode yang digunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial dengan tiga (3) ulangan yakni Pemberian Limbah Udang U0 = 0 (Kontrol); U1 = 50 g/polybag ; U2 = 100 g/polybag; U3 = 150 g/polybag dan Pemberian EM-4 M0 =                       0 (Kontrol); M1 = 5 ml/polybag; M2 = 10 ml/polybag. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah Tinggi Tanaman (cm), Pertambahan Diameter Batang (cm), Pertambahan Jumlah Cabang Berat Basah dan berat kering Tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi limbah udang berpengaruh  nyata terhadap diameter bibit jeruk nipis, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah cabang, berat kering dan berat basah tanaman. Diameter yang lebih baik diperoleh pada perlakuan U3 (150 g/polybag) yaitu 0,97 mm. Aplikasi larutan EM-4 berpengaruh tidak  nyata terhadap semua parameter yang diamati. Kombinasi kedua perlakuan berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter yang diamati.

Kata Kunci : Limbah Udang, EM4, Bibit Jeruk Nipis

Full Text Here : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 6 No.2              JULI-DES 2017               ISSN : 2089-8592

PERBEDAAN PERKEMBANGAN MOTORIK ANTARA ANAK TAMAN KANAK-KANAK DI DAERAH PERKOTAAN DAN PERDESAAN MENGGUNAKAN INSTRUMEN DENVER II

Saiful Batubara, M.Joesoef Simbolon, Mahdalena

Dosen Fakultas Kedokteran UISU Medan

Fakultas Kedokteran UISU Medan, Jl.Karya Bakti No.34 Pangkalan Masyhur Medan

 ABSTRAK

Perkembangan motorik merupakan perkembangan kontrol pergerakan badan melalui koordinasi aktivitas saraf pusat, saraf tepi, dan otot. Setiap anak adalah individu yang unik, karena faktor bawaan dan lingkungan yang berbeda, maka pertumbuhan dan pencapaian kemampuan perkembangannya juga berbeda, tetapi akan tetap mengikuti patokan umum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pada aspek motorik anak prasekolah yaitu anak di taman kanak-kanak yang berada di perkotaan dan perdesaan menggunakan instrumen Denver II. Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional komparatif dengan sampel diambil berdasarkan metode purposive sampling dimana sampel untuk masing-masing populasi ditetapkan sebanyak 50 anak. Sehingga total sampel adalah sebanyak 100 anak dari TK daerah perkotaan dan TK daerah perdesaan. Hasil penelitian ini menggunakan uji Mann-Whitney, dimana hasil analisis uji Mann-Whitney perkembangan motorik halus diperoleh nilai p = 0,393, karena signifikansi p = 0,393 > 0,05, dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan perkembangan motorik halus antara anak taman kanak-kanak di daerah perdesaan dan perkotaan. Dan hasil analisis uji Mann-Whitney perkembangan motorik kasar diperoleh nilai p = 0,648, karena signifikansi p = 0,648 > p 0,05, dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan perkembangan motorik kasar antara anak taman kanak-kanak di daerah perdesaan dan perkotaan. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan masukan dalam bidang kesehatan serta diharapkan kepada orangtua dan para guru taman kanak-kanak selalu memperhatikan perkembangan motorik anak dengan memperhatikan aspek-aspek yang mempengaruhinya.

 Kata Kunci : Perkembangan Motorik, Anak TK, Denver II

Full Text Here : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 6 No.2              JULI-DES 2017               ISSN : 2089-8592

 PENGARUH LAMA FERMENTASI DAN DOSIS RAGI TERHADAP KADAR BIOETANOL PADA FERMENTASI  LIMBAH TAPIOKA PADAT KERING

Mahyu Danil

Dosen Fakultas Pertanian UISU, Program Studi Teknologi Hasil Pertanian

 ABSTRAK

Industri tapioka merupakan salah satu industri pangan yang terdapat di Indonesia. Bahan baku industri ini adalah umbi ketela pohon (Manihot utilissima) yang diolah menjadi tepung tapioka. Limbah padat (onggok) telah banyak dimanfaatkan, yaitu sebagai pakan ternak, pembuatan kompos dan sebagainya. Upaya minimalisasi limbah dari proses pembuatan tepung ubi kayu salah satunya dengan memanfaatkan kembali limbah. Etanol dapat diperoleh melalui konversi biomasa seperti serealia, umbi akar dan molase dengan menggunakan teknologi fermentasi dan oleh aktivitas mikroba. Limbah onggok ketela pohon sebagai sisa pembuatan tepung topioka dianggap kurang berguna bagi masyarakat, karena nilai ekonomisnya yang masih rendah dan pemanfaatannya belum optimal. Masih adanya beberapa kandungan nutrisi di dalam limbah onggok, maka perlu dilakukan penelitian lebih lanjut sebagai bahan alternatif pembuatan alkohol. Metode Penelitian : Model rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) faktorial, yang terdiri atas dua faktor utama yaitu : Faktor  I :  Waktu Fermentasi (W) yang terdiri dari 3 taraf yaitu W1  =   5 hari,   W2 =   7 hari, W3  =   9 hari. Faktor II  : Dosis Ragi (D) yang terdiri dari 4 taraf yaitu :   D0  =     0g/500g, D1 =   10g/500g, D2 =   20g/500g, D3 =   30g/500g,  dengan penelitian menggunakan 3 ulangan. Hasil penelitian secara umum menunjukkan bahwa waktu fermentasi dan dosis ragi terhadap kadar alkohol pada fermentasi limbah tapioka padat kering berpengaruh terhadap parameter yang diamati. Kadar air terbaik 10,79% (700C) dan 10,30% (3 jam).  Kadar etanol terbaik diperoleh pada waktu fermentasi selama 9 jam sebesar 25,017% dan dosis ragi 30/150gr sebesar 27,433%. Rendemen  terbaik diperoleh pada waktu fermentasi selama  9 jam sebesar 0,634% dan dosis ragi 30/150gr sebesar 0,687%.

Kata kunci : Fermentasi, Ragi, Bioetanol, Limbah, Tapioka

Full Text Here :PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 6 No.2              JULI-DES 2017               ISSN : 2089-8592

 TINGKAT STRES IBU YANG MEMILIKI ANAK PENYANDANG RETARDASI MENTAL

 Bania Maulina

Dosen Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sumatera Utara

Jl. STM, SukaMaju, Medan, Telp 061-4572733, 4143491

 ABSTRACT

Stress appraisals could include harm/loss, such as loss of a loved or valued person. The others one will appear related birth of physically or mentally handicapped children. Mental retardation is one of them.This research was a descriptive study with used self report method, included scale to find out mothers’ level of stress that have mentally retarded child. Scaled included some statements that was arranged accordingindividual psychological reactions to stressful situations (Atkinson, 2000). This research was done to 40 mothers that had child with mild or moderate mentally retarded, aged between 2-12 years old. The result found that 55 percentage mothers experienced stress in high category.

 Keywords: Level of Stress, Mental Retardation

Full Text Here : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 6 No.2              JULI-DES 2017               ISSN : 2089-8592

 UPAYA PENANGGULANGAN KEMISKINAN MELALUI PROGRAM BERAS MISKIN (STUDI KASUS KENAGARIAN TANJUNG BETUNG)

 Siti Zulfah Lubis

NIP. 196004161986122001

Dosen Fisip UISU Program Studi Ilmu administrasi Negara

 ABSTRAK

Raskin adalah Program Pemerintah untuk membantu masyarakat yang miskin dan rawan pangan agar mereka mendapat beras yang murah untuk kebutuhan rumah tangganya. Namun pada saat upaya tersebut di jalankan, tidak dapat berjalan seperti apa yang di harapkan, dikarenakan ada beberapa factor ekonomi masyarakat miskin di kenagarian Tanjung Betung,  Kecamatan Ratu Selatan ini masih rendah. Sistem kolektif yang belum maksimal, Pembentukan tim yang belum berkompeten belum bekerja sesuai harapan, biaya operasional raskin belum maksimal, masih di temukannya beras dengan berkualitas rendah. Sumber daya aparatur masih rendah, lemah dalam melaksanakan fungsi control terhadap pelaksanaan program raskin di wilayahnya. Beras Kenagarian Tanjung Betung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi program raskin di kenagarian tanjung betung pada tahun 2016. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah upaya penanggulangan Kemiskinan Melalui Program Beras Miskin di Kelurahan Tanjung Betung Kecamatan Rao Selatan. Tujuan penelitian Adalah memperjelas dan menghindari terjadinya kesimpangsiuran. Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah: bagaimana upaya penanggulangan Kemiskinan Melalui Program Beras Miskin di kelurahan Tanjung Betung Kecamatan Rao Selatan Kabupaten Pasaman.jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Yang menjadi populasi dalam penelitian ini ialah masyarakat miskin yang terdaftar untuk mendapatkan raskin yang berjumlah 640 KK (Kepala Keluarga, jika populasi lebih dari 100 orang maka sampel yang di ambil sebesar 10-15% atau lebih. Maka teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah mengambil 10% dari populasi yang berjumlah 640 KK, jadi sampelnya sebanyak 39 KK. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah dengan menyebarkan angket (quetioner) kepada responden serta melakukan kepada pihak-pihak terkait. Kesimpulan penelitian ini menunjukan tentang hasil penelitian yang telah dilakukan dalam pelaksanaan penanggulangan kemiskinan melalui program beras miskin di kenagarian tanjung betung dengan hasil nilai rata-rata dalam kategori sangat baik 48 orang responden, sedangkan yang menyatakan baik 16 orang responden. dalam program penanggulungan kemiskinan melalui beras miskin pengawasan sangat perlu di tingkatkan, agar mencapai tujuan yang maksimal

Kata Kunci : Kemiskinan, Beras Miskin

Full Text Here : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 6 No.2              JULI-DES 2017               ISSN : 2089-8592

 PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PERANGKAP NYAMUK GULA MERAH RAGI DENGAN EKSTRAK CABAI MERAH 

DALAM PENGENDALIAN NYAMUK AEDES AEGYPTI DI KELURAHAN PB. SELAYANG II

KECAMATAN MEDAN SELAYANG

TAHUN 2017

Henny Arwina Bangun

Dosen STIKES Sumatera Utara

Henny_wina@yahoo.co.id

ABSTRAK

Nyamuk aedes aegypti merupakan vector penularan demam berdarah dengue. Sampai saat ini belum ada cara yang efektif untuk mengatasi penyakit DBD karena belum ditemukan obat anti virus dengue. Penanggulangan penyakit DBD saat ini yaitu dengan menurunkan kepadatan populasi nyamuk aedesa egypti salah satunya dengan alat penjebak  nyamuk (trapping) dengan media atraktan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen, penelitian yang berusaha mencari perbedaan variabel tertentu terhadap variabel lain dalam kondisi yang terkontrol. Penelitian ini memanfaatkan CO2 sebagai atraktan untuk nyamuk. Produksi etanol dan CO2 dapat dihasilkan dari fermentasi gula anaerob proccess (tanpa O2) oleh kegiatan khamir saccharomyces cerevisiae, air rendaman ekstrak cabai merah mengandung ammonia 0,86 mg/l, CO2 total 12,4 mg/l, asam laktat 13,2 mg/l, octenol 0,7 mg/l dan asam lemak 22,8 mg/l. Efektivitas perangkap gula merah dan  ragi dalam menangkap nyamuk sebanyak 26 ekor dan ekstrak cabai merah sebanyak 13 ekor. Nyamuk yang terperangkap diamati selama 14 hari dengan kontrol waktu jam 10 pagi sampai jam 5 sore. Perangkap gula merah dan ragi lebih efektif dibandingkan dengan ekstrak cabai merah dalam menangkap nyamuk aedes aegypti.

Kata Kunci : Atraktan, Trapping, Aedes Aegypti

Full Text Here : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 6 No.2             JULI-DES 2017               ISSN : 2089-8592

 PENGARUH SUHU DAN LAMA EKSTRAKSI TERHADAP MUTU PEKTIN KULIT PISANG KEPOK

 Mhd. Nuh

Dosen Fakultas Pertanian UISU, Program Studi Teknologi Hasil Pertanian

 ABSTRAK

Tanaman pisang merupakan tumbuhan asli Asia Tenggara, bahkan beberapa literatur memastikan bahwa tanaman pisang tersebut berasal dari Indonesia. Tanaman pisang ini tersebar hampir di seluruh pelosok kepulauan nusantara, sehingga menempati luas pertanaman dan produksi yang tertinggi komoditas buah-buahan di Indonesia. Pektin secara umum terdapat di dalam dinding sel primer tanaman, khususnya disela-sela antara selulosa dan hemiselulosa. Senyawa-senyawa pektin berfungsi sebagai bahan perekat antara dinding sel yang satu dengan yang lain. Pektin kulit buah pisang merupakan salah produk kulit buah pisang yang belum dikenal di masyarakat Indonesia. Pektin mempunyai kemampuan membentuk gel dengan mencampurkannya pada gula dan asam pada kondisi yang sesuai. Pektin secara luas digunakan dalam pengolahan makanan khususnya untuk mengubah buah-buahan yg memiliki nilai yang rendah menjadi produk-produk berkualitas baik seperti selai, jelly,  dan permen. Pektin juga  memiliki banyak aplikasi dalam produk makanan dan obat-obatan sebagai agen pembentuk gel dan agen penstabil. Metode Penelitian : Model  rancangan  yang digunakan  pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL)  faktorial, yang  terdiri  atas  dua faktor  utama yaitu : Faktor  I : Suhu ekstraksi  (S) yang  terdiri atas 4 taraf : S1  =  70 0C, S2  =  80 0C, S3  =  90 0C, S4  =  100 0C. Faktor  II : Lama ekstraksi  (E) yang  terdiri atas 4 taraf : E1  =  1,5 jam, E2  =  2,0 jam, E3  =  2,5 jam, E4  =  3,0 jam, dengan ulangan penelitian dilakukan 2  ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  Rendemen terbaik 31,71% (1000C) dan 30,21% (3 jam).  Kadar air terbaik 10,79% (700C) dan 10,30% (3 jam).  Kadar abu terbaik 4,52% (1000C) dan 4,70% (3 jam).  kadar metoksil terbaik 5,41% (900C) dan 5,38% (3 jam),  Jelly grade terbaik 297,55 (900C) dan 297,90 (3 jam).

Kata Kunci : Pektin, suhu, ekstraksi,kulit pisang, rendemen, metoksil

Full Text Here : PDF

 

WAHANA INOVASI      VOLUME 6 No.2        JULI-DES 2017           ISSN : 2089-8592

 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI DI RUMAH SAKIT UMUM H. ABDUL MANAN SIMATUPANG TAHUN 2016

Fifi Ria Ningsih Safari

Dosen Akbid Ibtisam Aulia

 ABSTRAK

Ketuban pecah dini (KPD) merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang paling sering ditemui. Insiden ketuban pecah dini adalah 2,7%-17%, bergantung pada lama periode fase laten yang digunakan untuk menegakkan diagnosis KPD. Faktor-faktor yang diduga berhubungan dengan ketuban pecah dini yaitu umur, paritas, riwayat kehamilan sebelumnya, trauma, dan jarak kehamilan. Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Lokasi penelitian di Rumah Sakit Umum H. Abdul Manan Simatupang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2016. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 96 orang, seluruhnya dijadikan sampel. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ketuban pecah dini yaitu umur (p=0,000), paritas (p=0,000) riwayat kehamilan sebelumnya (p=0,000), trauma (p=0,000) dan jarak kehamilan (p=0,000). Kesimpulan penelitian ini bahwa umur, paritas, riwayat kehamilan sebelumnya, trauma, jarak kehamilan berhubungan signifikan dengan kejadian ketuban pecah dini. Disarankan kepada ibu hamil/ibu bersalin bertanya kepada tenaga kesehatan tentang penyebab terjadinya  ketuban pecah dini dan cara melakukan pencegahannya sehingga ibu dapat menghindari hal-hal yang berisiko terhadap kejadian ketuban pecah dini.

 Kata Kunci: Ketuban Pecah Dini

Full Text Here : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 6 No.2              JULI-DES 2017               ISSN : 2089-8592

PENGARUH KOMBINASI PUPUK NPK DAN URINE KAMBING TERHADAP TANAMAN TERUNG (Solanum melongena. L) PADA FASE PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN DI POLYBAG

Arif Anwar*, Rahmi Dwi Handayani Rambe* dan Mukhlis Bahar**

Dosen Program studi Agroteknologi dan Alumni FP UISU

 ABSTRAK

Penelitian ini dilakukan dikebun Terung Namurambe, Desa Namu mbelin, Kecamatan Namurambe, Provinsi Sumatera Utara dengan ktinggian tempat ± 18 meter diatas permukaan laut dengan tapografi datar. Tujuannya untuk mengetahui pengaruh kombinasi dari pupuk NPK dan organik terhadap tanaman terung (Solanum melongena L.), pada fase pertumbuhan dan hasil tanaman di polybagRancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Petak terpisah faktorial yang terdiri dari dua faktor. yaitufaktor  pertama  yaitu pupuk NPK  (K) terdiri dari 4 taraf  yaitu : Ko = (kontrol),  K1 = (0,5 g/polibek), K2 = (0,75 g/polibek)  dan K3 (1 g/polibek).  Faktor kedua yaitu pupuk organik yang terdiri dari 3taraf yaitu : P1 = (0,35 g/polibek), P2 = (0,5 g/polibek) dan P3=(0,65 g/polibek). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik berpengaruh nyata terhadap berat buah persampel, berat total buah pertanaman sampel dan berat produksi total perplot, tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah cabang, umur berbunga, luas kanopi jumlah buah persampel, jumlah buah perplot,  dan berat buah perplot. Perlakuan pemberian pupuk organik tertinggi diperoleh pada perlakuan P3 (0,65 cc/polibek). Pemberian pupuk anorganik berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan berat produksi total, tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap berat buah persampel, jumlah cabang, umur berbunga, luas kanopi jumlah buah dan berat buah perplot. Perlakuan pemberian pupuk anorganik tertinggi  diperoleh pada perlakuan K3 (1 g/polibek). Pengaruh interaksi perlakuan berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman,  luas kanopi, berat total tanaman persampel dan berat produksi total perplot, tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah cabang, jumlah buah berat buah persampel dan berat buah perplot.

Kata Kunci : Pupuk urine kambing, NPK dan Terung

Full Text Here : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 6 No.2              JULI-DES 2017               ISSN : 2089-8592

ANALISIS EFISIENSI TATANIAGA TANDAN BUAH SEGAR (TBS) KELAPA SAWIT

 (Study Kasus : Petani Perkebunan Inti Rakyat Desa Meranti Paham Kecamatan Panai Hulu, Kabupaten Labuhan Batu)

 Gustami Harahap*, Abdul Rahman*, Erwin Pane*, Muhammad Romadon**

*Staf Pengajar Universitas Medan Area

**Mahasiswa Universitas Medan Area

 ABSTRAK

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis saluran tataniaga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di daerah penelitian, menganalisis biaya tataniaga yang di terima oleh masing-masing saluran tataniaga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit dan efisiensi tataniaga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di daerah penelitian. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Meranti Paham, Kecamatan Panai Hulu, Kabupaten Labuhan Batu yang dilakukan secara purpossive dengan pertimbangan bahwa Desa Meranti Paham, Kecamatan Panai Hulu, Kabupaten Labuhan Batu adalah Desa yang matapencahariannya sebagai Petani kelapa sawit. Sampel dilakukan secara Stratified Random Sampling (acak) dengan menggunakan metode Slovin yaitu dengan tingkat kesalahan 15 % dengan jumlah sampel sebanyak 50 sampel. Hasil penelitian di Desa Meranti Paham ini menunjukkan terdapat 2 saluran pemasaran untuk TBS kelapa sawit. Dimana biaya tataniaga tandan buah segar (TBS) saluran tataniaga I lebih tinggi dibandingkan dengan saluran tataniaga tandan buah segar (TBS) saluran II yaitu disebabkan karena saluran tataniaga I lebih panjang dibandingkan saluran tataniaga II dan nilai efisiensi saluran saluran I lebih besar yaitu sebesar 14,85% sedangkan nilai efisiensi saluran II lebih kecil atau sebesar 7,63%. Artinya semakin kecil nilai efisiensi tataniaga tersebut maka semakin efisien tataniaga tersebut. Sehingga saluran tataniaga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit saluran II lebih efisien di samping itu juga bahwa biaya tataniaga saluran II lebih kecil dan saiuran tataniaganya lebih pendek.

Kata Kunci : Biaya Tataniaga, Saluran Tataniaga, Margin, Efisiensi Tataniaga

Full Text Here : PDF

WAHANA INOVASI       VOLUME 6 No.2              JULI-DES 2017               ISSN : 2089-8592

PELAYANAN PENYEHAT TRADISIONAL DAN TANGGAPAN PASIEN DIKABUPATEN KARO

Sri Agustina Sembiring*, R. Hamdani Harahap**, Amri Amir**

*Mahasiswa Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan USU

**Dosen Fakultas Teknik Lingkungan USU

ABSTRAK

Pengetahuan lokal dikembangkan berdasarkan pengalaman, telah diuji penggunaanya selama berabad-abad dan telah diadaptasikan dengan budaya dan lingkungan setempat. Berkaitan dengan pemanfaatan obat tradisional, pengetahuan tersebut telah melalui tahapan yang panjang dan telah teruji secara turun temurun oleh masyarakat seperti halnya di Kabupaten Karo, Masyarakat Karo sejak dulu telah mengenal obat-obatan tradisional yang beragam. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Karo mengenal beberapa jenis penyakit dan juga cara-cara mengobatinya. Pengetahuan ini dikatakan sebagai salah satu kearifan lokal yang masih bertahan hingga saat ini. Penelitian ini merupakan penelitian Kualitatif, penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik Snowball Sampling yaitu mengumpulkan data sedikit demi sedikit namun terus menggelinding seperti bola salju yang pada akhirnya mendapatkan informasi yang cukup banyak, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi. Data dianalisis kemudian disajikan secara naratif dan mengutip hasil wawancara mendalam dengan informan, lalu di persentasekan dan disajikan dalam gambar/grafik. Hasil penelitian menyatakan bahwa dari 101 orang Penyehat Tradisional di 17 kecamatan dalam Kabupaten Karo diambil sampel secara purposive sampling sehingga didapatkan sampel/responden Hattra sebanyak 17 orang dari 7 kecamatan. Bentuk pelayanan kesehatan tradisional di kabupaten Karo adalah keterampilan 67%, ramuan 27%, dan kombinasi (keterampilan dan ramuan)  6%, usia Hattra yang memiliki persentase kecil (20-30 tahun) sebanyak 5,58%, yang terbesar adalah 51 tahun keatas dengan persentase 70%, cara memperoleh keahlian yang terbanyak adalah turun temurun (empiris) sebanyak 71%, pekerjaan selain Hattra yang terbanyak adalah petani (59%) dan tidak memiliki izin/STPT sebanyak 82%.. Tanaman obat yang paling sering digunakan adalah gagatan harimau, lempuyang, lada, bawang putih, bawang merah, bahing, tinggeren keruk bunga, dan jeruk kecil.

Kata Kunci : Hattra, ramuan/keterampilan, tanaman obat, pasien

Full Text Here : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 6 No.2              JULI-DES 2017               ISSN : 2089-8592

PERSEPSI WARGA SEKOLAH DAN INSTANSI TERKAIT TERHADAP SEKOLAH BERWAWASAN LINGKUNGAN TINGKAT SMA NEGERI DI KABUPATEN NIAS BARAT

(Studi Kasus di SMA Negeri 1 Sirombu dan SMA Negeri 2 Mandrehe)

 Eksaudi Bakti Hia*, R. Hamdani Harahap**, Delvian**

*Mahasiswa Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan USU

**Dosen Fakultas Teknik Lingkungan USU

ABSTRAK

 Sekolah yang berwawasan lingkungan tidak hanya dalam arti fisik tetapi juga pola pikir serta kepedulian dan tindakan warga sekolah terhadap lingkungannya. Program sekolah ber-wawasan lingkungan adalah pemahaman dan kesadaran warga sekolah akan lingkungan sehingga apa yang dilakukan disekolah terbawa sampai akhir hayat. Lingkungan  sekolah yang bersih dan sehat juga mencerminkan keberadaan warga sekolah yang ada mulai dari siswa, guru, staf, karyawan, unsur pimpinan sekolah bahkan sampai orang tua siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi warga sekolah terhadap sekolah berwawasan lingkungan dan menganalisis upaya yang telah dilakukan oleh stakeholder Dinas terkait di Nias Barat dalam meng-implementasikan sekolah berwawasan lingkungan. Dengan metodologi deskriptif, penelitian ini dilakukan di SMA yang terdapat di Kabupaten Nias Barat yaitu SMA Negeri 1 Sirombu dan SMA Negeri 2 Mandrehe. Interpretasi dilakukan dengan uji statistikuji bedaMann-Whitney U guna mencari perbedaan persepsi SMA Negeri 1 Sirombu dan SMA Negeri 2 Mandrehe. Dari hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa persepsi warga sekolah antara SMA Negeri 1 Sirombu cenderung lebih baik dibandingkan dengan SMA Negeri 2 Mandrehe terhadap sekolah berwawasan lingkugan dan belum ada upaya/tindakan dari Dinas Pendidikan dan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup terkait dengan sekolah berwawasan lingkungan.

 Kata Kunci :  Persepsi, Sekolah Berwawasan Lingkungan, Sekolah Adiwiyata, Pendidikan Lingkungan Hidup

 Full Text Here : PDF

Link Jurnal Digital UISU :
nav-left nav-left nav-left tijarah julisa Jurnal sosial ekonomi Nur edukasi Tausiah