nav-left cat-right
cat-right

Jurnal LPPM “Wahana Inovasi” Volume 5 Nomor 2 Edisi Juli – Desember 2016, ISSN : 2089 – 8592

Jurnal LPPM “Wahana Inovasi” Volume 5 Nomor 2 Edisi Juli – Desember 2016, ISSN : 2089 – 8592

WAHANA INOVASI       VOLUME 5 No.2              JULI-DES 2016               ISSN : 2089-8592 

ANALISIS USAHATANI BELIMBING (Averhoa carambola) (STUDI KASUS : DESA  NAMORIAM KECAMATAN PANCUR BATU, KABUPATEN DELI SERDANG) 

Nursaimatussaddiyah

Dosen Fakultas Pertanian Universitas Al Washliyah

Jl. SM Raja No. 10 Km 5,5 Medan

ABSTRAK

Penelitian ini dilakukan di Desa Namoriam Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Penentuan lokasi penelitian ini ditetapkan secara purposive (disengaja) karena di daerah ini merupakan salah satu daerah penghasil belimbing di Sumatera Utara yang dikenal dengan Belimbing Sembiringnya, dimana belimbing ini merupakan salah satu varietas unggul yang ada di Indonesia. Tujuan penelitian adalah 1) untuk menguji faktor-faktor produksi yang berpengaruh terhadap produksi belimbing di Desa Namoriam Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara. 2) Untuk menguji tingkat kelayakan usahatani belimbing di Desa Namoriam Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara. Faktor yang mempengaruhi produksi adalah  luas lahan, tenaga kerja, bibit, pupuk dan peptisida berpengaruh nyata terhadap produksi belimbing didaerah penelitian dengan tingkat efesiens sebesar 93,3%. Usahatani belimbing didaerah penelitian masih layak untuk diusahan karena nilai R/C – nya sebesar 4,68.

Kata Kunci : Faktor Produksi, Tingkat Kelayakan, Usahatani Belimbing

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 5 No.2              JULI-DES 2016               ISSN : 2089-8592

HUBUNGAN PENGUASAAN RELASI MAKNA DENGAN KEMAMPUAN MENGGUNAKAN KALIMAT KELAS IX SMP NEGERI 3 BARUSJAHE 

Ernawati Br. Bangun

Dosen Tetap Yayasan Arta Kabanjahe

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan menggambarkan penguasaan relasi makna dan kemampuan menggunakan kalimat pada aspek penggunaan sinonim, antonim, homonim, homofon, homograf, hiponim, dan polisemi. Selain itu juga bertujuan untuk menggambarkan hubungan antara penguasaan relasi makna dengan kemampuan meng-gunakan kalimat siswa Kelas IX SMP Negeri 3 Barusjahe. Data diperoleh dari 84 orang siswa kelas IX, dengan instrumen tes objektif. Melalui metode deskriptif, data diolah menggunakan rumus korelasi Product Moment :

Berdasarkan rumus di atas, diperoleh hasil penelitian sebagai berikut :

1.    Penguasaan relasi makna siswa Kelas IX SMP Negeri 3 Barusjahe dikategorikan B (baik) dengan nilai rata-rata 71,19.

2.    Kemampuan menggunakan kalimat siswa Kelas IX SMP Negeri 3 Barusjahe dikategorikan B (baik) dengan nilai rata-rata 70,77.

3.    Hubungan antara penguasaan relasi makna dengan kemampuan menggunakan kalimat bersifat positif dan hubunan antara kedua variabel tersebut cukup/ sedang dengan indeks korelasi 0,454.

4.    Semakin tinggi penguasaan relasi makna siswa, maka semakin baik kemampuan siswa menggunakan kalimat.

Kata Kunci :     Bahasa Indonesia, Penguasaan Relasi, Instrumen Tes Objektif

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 5 No.2              JULI-DES 2016               ISSN : 2089-8592 

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PERTUMBUHAN PELANGGAN TERHADAP PELAYANAN KARYAWAN DI HOTEL MEGA PERMATA KOTA PADANGSIDIMPUAN

Sulhana Lely Lubis¹ dan Adi Gunawan Ashari²

¹Dosen Dpk FE Universitas Graha Nusantara

²Alumni FE Universitas Graha Nusantara

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pertumbuhan pelanggan terhadap pelayanan karyawan di Hotel Mega Permata Kota Padangsidimpuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah pelanggan yang menginap di Hotel Mega Permata Kota Padangsidimpuan pada akhir bulan Oktober 2014 berjumlah 1204 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik accidental sampling atau teknik penarikan sampel secara kebetulan, yaitu siapa saja yang kebetulan ditemui peneliti di lokasi penelitian atau Hotel Mega Permata Kota Padangsidimpuan. Kuesioner dibagikan kepada pelanggan yang sudah menginap melalui wawancara awal yang dilakukan penulis. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pertumbuhan pelanggan adalah keunggulan, dan penambahan tingkat pelayanan yang efektif dan berbagai jenis fasilitas, yang keseluruhannya ber-pengaruh terhadap tingkat pertumbuhan pelanggan. Hal ini dibuktikan dengan uji F-statistik yang menunjukkan bahwa variabel Keunggulan (X1), Pelayanan (X2) dan Fasilitas (X3) secara bersama–sama berpengaruh signifikan terhadap Tingkat Pertumbuhan Pelanggan di Hotel Mega Permata Kota Padangsidimpuan.

Kata Kunci :     Tingkat Pertumbuhan Pelanggan, Pelayanan

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 5 No.2              JULI-DES 2016               ISSN : 2089-8592

PENGARUH PERSEPSI SISWA TERHADAP KOMPETENSI GURU DAN MINAT BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DI KELAS X MA SWASTA NUR IBRAHIMY  RANTAUPRAPAT TAHUN AJARAN 2015/2016

Rahma Muti’ah

Program Studi Pendidikan Matematika, Sekolah Tinggi Keguruan dan

Ilmu Pendidikan Labuhanbatu

Jln. Sisingamangaraja No. 126A, KM, 3.5 Aek Tapa Rantauprapat Kampus ULB

E-mail : r.muthea@yahoo.co.id

ABSTRAK

Persepsi siswa tentang kompetensi guru ini sangat diperlukan dalam pengajaran matematika dewasa ini, agar dapat semakin meningkatkan pemahaman siswa tentang makna matematika yang nantinya akan berpengaruh terhadap minat belajar matematika dan pada baiknya prestasi belajar matematika siswa. Berdasarkan penjabaran masalah diatas maka dilakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Persepsi Siswa Terhadap Kompetensi Guru dan Minat Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa di Kelas X MA Swasta Nur Ibrahimy Rantauprapat Tahun Ajaran 2015/2016”. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) Berdasarkan hasil persamaan koefesien regresi linier berganda diperoleh Y = 6.223 + 1.541X1 + 1.233X2 + e. 2) F tabel = 1.84 sedangkan F  hitung 2.135  jadi F tabel lebih kecil dari F hitung, ini menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara persepsi siswa terhadap kompetensi guru  dan prestasi belajar siswa  pada taraf kepercayaan 95% dan Alpha 5% dapat diterima. Selain itu untuk tingkat minat belajar siswa  F tabel = 1.84 sedangkan F hitung 15.331  jadi F tabel lebih kecil dari F hitung, ini menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara minat belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa  pada taraf kepercayaan 95% dan Alpha 5% dapat diterima. 3) Dari  hitung diatas dapat diketahui  sebesar 3.130  dengan t tabel sebesar 2.75, maka t tabel lebih kecil dari t hitung. Hipotesis ada pengaruh positif yang signifikan antara persepsi siswa terhadap kompetensi guru terhadap prestasi belajar siswa dapat DITERIMA pada taraf signifikansi 0.05 atau kepercayaan H1 diterima 95%. Sedangkan  hitung diatas dapat diketahui  sebesar 10.913 dengan t tabel sebesar 2.75, maka t tabel lebih kecil dari t hitung. Hipotesis ada pengaruh yang signifikan antara minat belajar  terhadap prestasi belajar siswa dapat DITERIMA pada taraf signifikansi 0.05 atau kepercayaan H2 diterima 95%. 4) Hasil output SPSS model Summary besarnya Adjusted R Square adalah 0.900. Hal ini berarti hanya 90% variabel persepsi siswa terhadap kompetensi guru dan minat belajar  dalam memberikan pengaruh terhadap prestasi belajar siswa  di kelas X MA Swasta Nur Ibrahimy Rantauprapat pada tahun ajaran 2015/2016 sedangkan sisanya  (100% – 90% = 10%) dipengaruhi oleh faktor lain seperti motivasi belajar, persepsi siswa terhadap kompetensi guru, fasilitas belajar, dukungan orangtua dan lain-lain.

Kata Kunci : Kompetensi Guru dan Sikap Terhadap Matematika

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 5 No.2              JULI-DES 2016               ISSN : 2089-8592

ANALISIS KESULITAN BELAJAR PADA MATERI POKOK SISTEM PERNAPASAN MANUSIA DI SMP ABDI

NEGARA ASAM JAWA

Nurhakima Ritonga

Dosen STKIP Labuhan Batu

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data dan mengetahui kesulitan belajar pada materi pokok sistem pernapasan manusia di SMP Abdi Negara Kelas VIII Tahun Pembelajaran 2012/2013. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 4 Juni s/d 8 Juni 2016 SMP Abdi Negara Asam Jawa kec Torgamba Kab. Labuhanbatu Selatan. Populasi adalah kelas VIII yang terdiri dari 2 lokal dan yang di jadikan sampel adalah seluruh kelas VIII  sebanyak 70 orang siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan angket sebanyak 20 soal dan tes diagnostik sebanyak 20 soal. Data dari menggunakan tes diagnostik mengenai tingkat kesulitan belajar siswa di SMP Abdi Negara yaitu niali siswa bervariasi ada yang tingkat kesulitannya rendah dan ada yang tingkat kesuliatannya sedang yaitu 100-60 dengan kategori rendah dan sedang. Sedangkan dengan menggunakan angket nilai rata-rata siswa yaitu 76.82 artinya selalu terdapat kesulitan belajar dalam pembelajaran biologi di SMP Abdi Negara kelas VIII

Kata Kunci : Analisis Kesulitan Belajar, Kesulitan Belajar

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 5 No.2              JULI-DES 2016               ISSN : 2089-8592 

PEMBERDAYAAN  SUMBERDAYA MANUSIA BADAN PERMUSYAWARATAN DESA 

Yanhar Jamaluddin

yanharja-ii@uisu.ac.id

 Dosen tetap FISIP Universitas Islam Sumatera Utara – Medan, dan sedang menempuh studi program Doktor pada bidang Ilmu Administrasi Publik Universitas Padjadjaran – Bandung

ABSTRAK

BPD merupakan lembaga perwakilan dari penduduk desa, yang akan menentukan keberlangsungan dan keberwujudan pemerintahan Desa yang demokratis, partisipatif, transparan dan akuntabel. Badan Permusyawaratan Desa (BPD) berfungsi Membahas dan menyepakati Rancangan Peraturan Desa bersama Kepala Desa ; Menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat desa, dan ; Melakukan pengawasan kinerja Kepala Desa.  BPD dalam melaksanakan fungsinya BPD belum menunjukkan peran yang optimal, disebabkan rendahnya kualitas sumberdaya manusia BPD. Oleh karena-nya pemberdayaan atau penguatan aspek sumberdaya manusia BPD sangat diperlukan. Strategi pemberdayaan aspek sumberdaya manusia Badan Permusyawaratan Desa, dapat dilakukan dengan cara Mengembangkan kompetensi, Meningkatkan pengetahuan, Pengembangan sikap / prilaku, Menumbuhkan motivasi, dan Menerapkan penilaian kinerja. Untuk menjamin berhasilnya pelaksanaan strategi tersebut harus diperhatikan faktor kepemimpinan,  organisasi, dan  sumberdaya manusia serta  keterlibatan  pihak luar.

Kata Kunci :     Pemberdayaan, Sumberdaya Manusia, Badan Permusyawaratan Desa

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 5 No.2              JULI-DES 2016               ISSN : 2089-8592

MOTIVASI HIJRAHNYA RASULULLAH MUHAMMAD SAW DARI MAKKAH KE MADINAH 

Abdul Hakim

NIP. 195512111984031002

Staf pengajar Kopertis Wil.I dpk FKIP-UISU Medan

ABSTRAK

Secara etimologi hijrah, bermakna berpindah tempat atau suasana yang tidak baik kepada yang lebih baik. Sedangkan secara terminology adalah; Perpindahan Rasulullah Muhammad saw. bersama pengikutnya dari Kota Mekkah ke Kota Yasrib yang sekarang Kota Medinah yang di laksanakannya pada tahun 622 M yaitu tiga belas tahun selepas Rasulullah Muhammad saw. diutus Allah menjadi Rasul-Nya. Hijrahnya Rasulullah Muhammad saw. akibat ketidak senangan kaum Quraisy Mekkah terhadap dakwah yang dilakukan Rasulullah saw. yaitu; mengajak masyarakat untuk merubah sikap mental penyembahan dari menyembah berhala kepada menyembah Allah swt. mentauhidkan Allah, yaitu satu-satunya Tuhan yang patut disembah yang lainnya tidak pantas. Program mentauhidkan Allah (monoteisma) ini merupakan sikap hidup (tauhid) para nabi-nabi terdahulu sejak nabi Adam as, sampai nabi Isa as. Artinya bahwa Muhammad Rasulullah saw. berjuang untuk melanjutkan atau melestarikan sikap tauhid para rasul sebelumnya. Oleh sebagian masyarakat Quraisy Mekkah tidak menerima dan menentang dakwah Rasulullah saw. ini, karena mereka adalah penyembah berhala. Berbagai cara pendekatan kaum Quraisy untuk menghadang dakwah Rasulullah saw. agar meninggalkan dakwahnya, namun Rasulullah saw. menyatakan dalam perjuangannya, bahwa menyembah berhala itu tidak sesuai dengan sembahan yang diperintahkan Allah dan para nabi yang mendahuluinya. Akibatnya muncul berbagai tindakan yang mengancam kehidupan Rasulullah saw. beserta sahabatnya, mulai dari teror mental (fitnah, caci-maki, pelemparan kotoran) embargo ekonomi (makanan  minuman, jual beli dll) politik (adanya putusan kaum musyrik untuk membunuh Rasulullah saw.) dan banyak hal yang membuat Rasulullah saw. tidak nyaman hidup di Negeri Makkah saat itu. Dari sekian banyak teror tersebut, Rasulullah saw. tidak pernah berucap  dari dirinya untuk membumi hangaskan masyarakat Makkah, ia hanya bersikap sabar. Dari kondisi yang demikian konflik yang dihadapi Rasulullah saw. akhirnya turun perintah Allah agar beliau dan para sahabatnya supaya berhijrah ke Medinah al-Munawwarah. Perintah Allah ini mereka laksanakan dengan penuh yakin dan sabar sampai pada tujuan. Masyarakat Madinah ternyata sudah menanti kedatangan beliau beserta sahabatnya, mereka menyambut Rasulullah dengan ungkapan syair: Telah datang pemimpin yang kami dambakan, yang dapat memberikan kenyamanan dan kemakmuran bagi kami  dst. Maka oleh Rasulullah Muhammad saw. sampailah ia dengan para sahabatnya di Kota Madinah. Dan dari Madinah ini Rasulullah saw. memulai kembali dakwahnya mengajak manusia menyembah Allah swt. mentauhidkan Allah, tidak ada Tuhan selain Allah. Oleh masyarakat Madinah dengan senang hati semua menerimanya. Rasulullah Muhammad saw.pun merubah nama dari Kota Yasrib menjadi Kota Madinah al-Munawwarah, sampai sekarang, dan dari Kota Madinah inilah Islam terpancar ke seantero dunia ini. Subhanallah.

Kata Kunci : Hijrah, Berjuang

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 5 No.2              JULI-DES 2016               ISSN : 2089-8592

THE SIGNIFICANCE OF LITERATURE IN ENGLISH LEARNING PROCESS 

Sri Wulan

Faculty of Literature Islamic University of North Sumatra

swulan@gmail.com 

ABSTRAK

Bahasa dan sastra ibarat dua sisi mata uang. Mereka tidak dapat dipisahkan. Belajar bahasa berarti bersandar sastra secara otomatis. Jadi, bahasa Inggris sebaiknya dipelajari tidak hanya sebagai bahasa tetapi juga sebagai bagian dari sastra. Dalam belajar satra, ada banyak keuntungan baik bagi siswa ataupun bagi proses belajar itu sendiri. Menurut Collie and Slater (1990) dan Maley (1989), ada beberapa alasan pentingnya belajar sastra. Melalui karya sastra, siswa tidak hanya belajar membaca tetapi juga belajar menafsirkan dan ketrampilan menggunakan bahasa. Ini berarti belajar sastra pada proses belajar bahasa Inggris membuat siswa tidak hanya mampu menggunakan bahasa Inggris sebagai alat komunikasi, tetapi juga terampil untuk menafsirkannya sebagai elemen estetika dalam interaksi sosial. Kesimpulannya, belajar sastra dalam proses belajar – mengajar bahasa Inggris sangat penting mengingat betapa banyaknya manfaat yang diperoleh..

Kata Kunci :     Sastra Inggris, Belajar Bahasa, Manfaat, Belajar Bahasa Inggris

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 5 No.2              JULI-DES 2016               ISSN : 2089-8592 

EFEKTIFITAS PENGGUNAAN HANDOUT DAN JOB SHEET PADA PEMBELAJARAN MATERI SADARI TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA DI AKADEMI KEBIDANAN SENTRAL PADANGSIDIMPUAN TAHUN 2014 

Eliya Wardayani

Staf Pengajar Akademi Kebidanan Sentral Padangsidimpuan

ABSTRACT

To find out the the effective usage of Handout and jobsheet in learning subject SADARI towards students’ learning result at AKADEMI KEBIDANAN SENTRAL PADANGSIDIMPUAN. This study were using pre experiment design with one group  pre test post test. The sample of population in this study is all   the students of D-3 midwifery program at AKADEMI KEBIDANAN SENTRAL PADANGSIDIMPUAN and the data gained by purposive sampling technique 40 students in the 2nd semester. Data were collected from the pre test and post test then analyzed by one way different test and Duncan test. This study shown that there was a significant improvement of learning result by using handout and job sheet 198.90% (56.97), job sheet 135.51% (47,43), hand out 116,60% (34,98) while without handout and job sheet 136,4% (33.83). The use of handout and job sheet (p,0.05) was significantly increase the students’ learning result. In teach subject which put stress on Psychomotoric such as SADARI lesson, the use of job sheet is more effective than hand out on increasing students learning result.

Keyword: Effectivity, Hand Out,  Job Sheet, Learning Result

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 5 No.2              JULI-DES 2016               ISSN : 2089-8592 

PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU DI SMP NEGERI 1 LAHEWA KECAMATAN LAHEWA KABUPATEN NIAS UTARA 

Agusman Zebua

SMP Negeri 1 Lahewa

Kecamatan  Lahewa Kabupaten Nias Utara

ABSTRAK

Penelitian ini betujuan untuk mengetahui Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Kehadiran dan Kinerja Guru di Smp Negeri 1 Lahewa Kecamatan Lahewa Kabupaten Nias Utara. Penelitian di-laksnakan di SMP Negeri 1 Lahewa Kabupaten Nias Utara. Pendekatan penelitian dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru dengan jumlah 30 guru. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan wawancara. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kehadiran dan kinerja guru adalah mencapai angka 82,55%. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa: kepemimpinan kepala sekolah ber-pengaruh signifikan terhadap kehadiran dan kinerja guru hal ini dibuktikan dengan mencapai angka 82,55%.

Kata Kunci :     Kepemimpinan Kepala Sekolah, Kehadiran, Kinerja

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 5 No.2              JULI-DES 2016               ISSN : 2089-8592

HUBUNGAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DENGAN KESIAPAN MENGHADAPI MASA PUBERTAS DI DESA PERTUMBUKEN KECAMATAN BARUSJAHE KABUPATEN KARO TAHUN 2015

Harry Dito Meliala

Dosen tetap Yayasan Arta Kabanjahe

ABSTRAK

Pada masa remaja terjadi proses pertumbuhan jasmani, dengan cara memberikannya masukan kehidupan yang suram dan terang, suasana yang lebih menantang dan memberontak suasana yang membawakannya pada kepatuhan dan kedisplinan serta suasana yang membawanya pada pengakuan ekstensi dan kemandirian. Masa remaja dikenal dengan masa perkembangan menuju kematangan jasmani, seksualitas, pikiran, dan emosiaonal, begitu juga masa remaja sering disebut sebagai masa dimana terjadinya berbagai perubahan pada manusia, baik perubahan jasmani, seksualitas, pikiran, kedewasaan, maupun sosial. Kesiapan adalah  keseluruhan kondisi seseorang yang membuatnya siap untuk memberi respon/jawaban didalam cara tertentu terhadap suatu situasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan remaja putri tentang kesehatan reproduksi remaja dengan kesiapan menghadapi masa pubertas. Desain yang digunakan cross sectional dimana populasi adalah remaja putri yang pubertas di Desa Pertumbuken Kecamatan Barusjahe Kabupaten Karo sejumlah 30 responden. Besar sampel adalah 30 responden melalui accedental sampling. Jenis data yang digunakan adalah data primer yang diambil langsung dari responden menggunakan kuesioner dan data sekunder yang diambil dari kepala desa. Uji statistik yang digunakan adalah uji statistik Chi- Square . Hasil analisa didapatkan bahwa remaja putri yang memiliki pengetahuan baik 2 (6,7%) yang berpengetahuan cukup 15 (50%) dan  yang ber-pengetahuan kurang 13 (43,3%) hasil uji statistik Chi- Square diperoleh  yang berarti ada hubungan kesehatan reproduksi remaja dengan kesiapan menghadapi masa pubertas. Melihat hasil penelitian tersebut sebaiknya Petugas Kesehatan di Desa Pertumbuken, diharapkan untuk lebih berperan aktif memberikan informasi, masukan,penyuluhan dan serta saran dalam meningkatkan pemahaman perubahan fisik yang dialami anak pada pada masa  pubertas, sehingga remaja putri dapat memahami perubahan fisiknya ketika memasuki masa pubertas.

Kata Kunci    :  Pengetahuan, Remaja Putri, Kesehatan Reproduksi, Kesiapan, Pubertas

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 5 No.2              JULI-DES 2016               ISSN : 2089-8592

PENGARUH JUMLAH PENGUSAHA KENA PAJAK DAN SURAT PEMBERITAHUAN MASA TERHADAP PENERIMAAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA MEDAN KOTA

Farida Khairani Lubis

Dosen Fakultas Ekonomi UISU, Medan

ABSTRAK

Setiap kantor pelyanan pajak selalu berupaya untuk meningkatkan penerimaan pajak pertambahan nilainya, tidak terkecuali kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Kota. Salah satu caranya adalah dengan melakukan sosialisasi kepada para pengusaha kena pajak yang sudah terdaftar dan menjelaskan pentingnya surat pemberitahuan masa untuk pengusaha kena pajak sebagai sara pertanggungjawaban pelaporan dan pembayaran pajaknya. Dan dalam data tiga tahun yang didapat, penerimaan pajak pertambahan nilai di Kantor Pelayanan Pajak Prtama Medan Kota cenderung meningkat tiap tahunnya. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian adalah regresi linier berganda dengen penerimaan pajak pertambahan nilai sebagai variabel dependennya dan variabel independennya yaitu jumlah pengusaha kena pajak dan surat pemberitahuan masa. Setelah diuji dengan asumsi klasik, hasilnya menunjukkan data terdistribusi secara normal dan tidak ada penyimpangan. Dan dari hasil uji simultan (uji-f), variabel jumlah pengusaha kena pajak dan surat pemberitahuan masa secara bersama – sama berpengaruh secara positif terhadap penerimaan pajak pertambahan nilai. Dan dari uji parsial (uji-t), variabel jumlah pengusaha kena pajak tidak berpengaruh secara signifikan terhadap penerimaan pajak pertambahan nilai sedangkan variabel surat pemberitahuan masa berpengaruh sevara signifikan terhadap penerimaan pajak pertambahan nilai.

 Kata Kunci : Jumlah Pengusaha Kena Pajak, Surat Pemberitahuan Masa, Penerimaan Pajak Pertambahan Nilai.

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 5 No.2              JULI-DES 2016               ISSN : 2089-8592 

EFEKTIFITAS PELAKSANAAN PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA AGRIBISNIS PEDESAAN (PUAP) 

Khairunnisyah Nasution

Dosen Fakultas Pertanian UISU, Medan

ABSTRAK

Gapoktan adalah gabungan dari beberapa kelompok tani yang melakukan usaha agribisnis di atas prinsip kebersamaan dan kemitraan sehingga mencapai peningkatan produksi dan pendapatan usahatani bagi anggotanya dan petani lainnya. Pengembangan Gapotan dilatar belakangi oleh kenyataan kelemahan aksesibilitas petani terhadap berbagai kelembagaan layanan usaha, misalnay lemah terhadap lembaga keuangan, terhadap lembaga pemasaran, terhadap lembaga penyedia produksi pertanian serta terhadap sumber informasi. Seiring dengan perkembangan dan perubahan kepemimpinan di pemerintahan, maka kebijakan penguatan modal di bidang pertanian pun berubah untuk lebih baik. Tahun 2008, pemerintah melalui Departemen Pertanian RI mencanangkan program baru yang diberi nama Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP), PUAP merupakan program kementrian pertanian bagi petani di pedesaan dalam rangka meningkatkan kualitas hidup.

Kata Kunci : Agribisnis, Gapoktan, PUAP

Full Text : PDF

 

WAHANA INOVASI       VOLUME 5 No.2              JULI-DES 2016               ISSN : 2089-8592 

KAJIAN KONDISI, POTENSI DAN PENGEMBANGAN HUTAN MANGROVE DI KABUPATEN SERDANG BEDAGAI

Burhanuddin

Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Email : Burhanmaga@gmail.com 

ABSTRAK

Ekosistem mangrove adalah tipe ekosistem yang khas terdapat disepanjang pantai atau muara sungai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Mangrove tumbuh pada pantai-pantai yang terlindung atau pantai-pantai yang datar, biasanya disepanjang sisi pulau yang terlindung dari angin atau dibelakang terumbu karang di lepas pantai yang terlindung. Masyarakat sekitar mangrove di sepanjang pantai timur Kabupaten Serdang Bedagai sejak lama telah memanfaatkan berbagai potensi mangrove yang ada di sekitar mereka. Pada umumnya mereka memanfaatkan mangrove untuk mendapatkan potensi ekonominya. Pemanfaatan tersebut umumnya berupa mencari kayu bakar dari hutan mangrove, tambak, kerajinan makanan dari mangrove, berupa kerupuk jeruju, dodol api-api, selai serepat dan sirup. Mangrove juga menjadi ekosistem utama pendukung kehidupan penting di wilayah pesisir dan kelautan. Selain mempunyai fungsi ekologis sebagai penyedia nutrient bagi biota perairan, tempat pemijahan dan asuhan (nursery ground) berbagai macam biota, penahan abrasi pantai, amukan angin topan dan tsunami, penyerap limbah, pencegah interusi air laut. Akibat kerusakan kawasan mangrove yang tinggi di wilayah pesisir pantai timur Kabupaten Serdang Bedagai ini dapat menyebabkan beberapa masalah, antara lain membuat hilangnya keanekaragaman hayati, berkurangnya produktivitas ekosistem sumber daya alam secara biologi, meningkatnya polusi, dan paling dirugikan adalah masayarakat sekitar pinggiran pantai (nelayan) dimana mata pencaharian mereka semakin menurun akibat ikan tangkapan sudah langka.

Kata Kunci :    Potensi, Pengembangan, Hutan Mangrove

Full Text : PDF

Link Jurnal Digital UISU :
nav-left nav-left nav-left tijarah julisa Jurnal sosial ekonomi Nur edukasi Tausiah